Trik cepat mencari perbandingan volume dua kubus jika diketahui rusuknya 2 cm dan 8 cm

Ada dua cara untuk mendapatkan perbandingan dua kubus, cara biasa dan yang satunya lagi adalah cara yang jauh lebih cepat.


Simak dulu soalnya.


Soal :

1. Diketahui dua kubus dengan rusuk masing-masing 2 cm dan 8 cm. Hitunglah perbandingan dari volumenya!


Kita mulai dari cara pertama.



Cara pertama

Ketika ditanya perbandingan volume, pasti yang terpikir adalah mencari volume masing-masing. Setelah itu membandingkannya.
Betul kan?

Ini cara yang tepat juga dan kita kerjakan disini.




Volume kubus pertama = r³ = r × r × r

  • r kubus pertama adalah = 2 cm

V₁ =  r₁ × r₁ × r₁

V₁ =  2 × 2 ×2

V₁ =  8 cm³




Volume kubus kedua =  r³ = r × r × r

V₂ =  r₂ × r₂ × r₂

V₂ =  8 × 8 × 8

V₂ =  512 cm³





Kedua volume sudah diketahui dan sekarang kita bisa menghitung berapa sih perbandingannya. Untuk perbandingan, kita tinggal membagi kedua volume.
Perbandingan sama dengan dibagi.

V₁ ÷ V₂ = 8 cm³ ÷ 512 cm³

  • cm³ hilang karena masing-masing volume sudah memilikinya, jadi bisa langsung dicoret.

V₁ ÷ V₂ = 8 ÷ 512

  • 8 dan 512 sama-sama bisa dibagi dengan 8
  • 8 dibagi 8 = 1
  • 512 dibagi 8 = 64

Sehingga perbandingannya menjadi lebih sederhana.

V₁ ÷ V₂ = 1 ÷ 64


Nah...
Kita sudah mendapatkan perbandingan kedua volume kubus di atas.
Yaitu V₁ ÷ V₂ = 1 ÷ 64.





Cara kedua

Untuk cara yang kedua ini, masih menggunakan rumus volume namun kita tidak perlu mencari lagi volumenya.
Langkahnya lebih pendek.

Ketika ada cara yang jauh lebih singkat, pastinya sangat disukai bukan? 
Mengingat kita tidak perlu mengeluarkan usaha lebih dan mengalami perhitungan yang ribet.

Ok..
Sudah siap ya??


  • Kita bandingkan kedua volume dengan membaginya
  • Rumus masing-masing volume dibuat ke dalam bentuk r


  • Masukkan nilai r dari masing-masing kubus
  • r₁ = 2
  • r₂ = 8

Trik penting! Jangan dikalikan ya, kita langsung sederhanakan bentuk di atas agar tidak melalui proses lebih panjang.



  • 2 dan 8 sama-sama dibagi 2
  • 2 dibagi 2 = 1
  • 8 dibagi 2 = 4

Setelah itu, barulah kita kalikan :
  • 1 × 1 × 1 = 1
  • 4 × 4 × 4 = 64



Nah...
Hasilnya adalah 1 : 64.
Sama bukan dengan cara yang pertama?


Disederhanakan

Dengan menggunakan metode penyederhanaan, kita bisa memperoleh hasilnya dengan cepat tanpa melalui perhitungan yang ribet.
Jauh lebih cepat.

Ketika bertemu dengan soal perbandingan :
  • usahakan buat dulu rumusnya
  • masukkan data-data yang ada
  • setelah itu sederhanakan.

Dengan metode ini, kita tidak perlu bertemu langkah panjang seperti cara pertama. Setelah volumenya diketahui, kita bagi lagi untuk mendapatkan perbandingannya.
Langkah yang memutar bukan?

Ada baiknya gunakan metode penyederhanaan, sehingga perhitungan jauh lebih singkat dan cepat. Dan tentunya kita pun terhindar dari angka-angka besar yang membuat proses pembagian menjadi lebih lama.

Baca juga ya :

Volume balok 600 cm kubik, panjang 12 cm, lebar 10 cm dan tinggi (x+2) cm. Hitunglah nilai x!

Karena diketahui volume, maka kita akan menggunakannya untuk menemukan nilai x yang ditanyakan pada soal.


Nanti, kita tinggal melakukan pengubahan-pengubahan sehingga nilai x bisa diperoleh dengan benar. Langkah-langkahnya sangatlah mudah.
Mari kita coba!!


Soal :

1. Volume sebuah balok adalah 600 cm³, panjangnya 12 cm, lebar 10 cm dan tingginya (x+2) cm. Hitunglah nilai x!



Ok..
Kita gunakan rumus volume balok.

V = p × l × t

Diketahui pada soal :
  • V = 600 cm³
  • p = 12 cm
  • l = 10 cm
  • t = x + 2

Masukkan data-data tersebut ke dalam rumus.
Cek lagi!
Satuan dari semua data yang diketahui sudah sama dalam "cm". Kalau sudah sama, kita bisa langsung memasukkannya ke dalam rumus.
Jika berbeda, harus disesuaikan dengan satuan volumenya ya.


V = p × l × t

600 = 12 × 10 × (x+2)

600 = 120 × (x+2)

  • 120 kita pindahkan ke ruas kiri
  • Di ruas kanan, 120 dikalikan dengan (x+2), maka ketika dipindah ke ruas kiri bertindak sebagai pembagi

600 ÷ 120 = x+2

  • Sekarang yang di ruas kanan tersisa x + 2 saja
  • 600 ÷ 120 = 5

5 = x + 2

  • Untuk mendapatkan x, pindahkan +2 ke ruas kiri menjadi -2

5 - 2 = x 

3 = x


Nah, kita akhirnya mendapatkan nilai dari x, yaitu 3 cm.
Bagaimana, mudah bukan?



Soal :

2. Diketahui panjang sebuah balok adalah (a-3) cm, lebar 15 cm dan tingginya 4 cm. Jika volume balok itu 720 cm³, hitunglah nilai dari 2a -4!


Nah, ini ada variasi soalnya. Langkahnya persis dengan soal pertama, dimana kita harus menemukan nilai a dengan menggunakan bantuan rumus volume balok.
Setelah nilai "a" diketahui, barulah kita bisa mencari "2a-4".

Ayo kita kerjakan!!

V = p × l × t

Diketahui :
  • V = 720 cm³
  • p = (a -3) cm
  • l = 15 cm
  • t = 4 cm

Jangan lupa untuk mengecek satuannya, apakah sudah sama atau belum. Jika belum, harus disamakan dulu dan ikuti satuan volume ya.
Mengapa mengikuti satuan volume?
Agar memudahkan perhitungan.

Dan pada data di atas, volume, panjang, lebar dan tinggi sudah memiliki satuan yang sama, yaitu cm. Jadi, sudah sangat aman untuk memasukkan data-datanya ke dalam rumus yang diketahui. 
Ayo lanjutkan!


V = p × l × t

720 = (a-3) × 15 × 4

720 = (a-3) × 60

  • 60 harus dipindahkan ke ruas kiri
  • Di ruas kanan, 60 bertindak sebagai pengali dari (a-3). Jika ingin dipindahkan ke ruas kiri, maka 60 harus menjadi pembagi (dibalik prosesnya)

720 ÷ 60 = a - 3

12 = a - 3

  • -3 dipindahkan ke ruas kiri menjadi +3

12 + 3 = a

15 = a

atau

a = 15 cm


Nilai "a" sudah diperoleh, yaitu 15 cm.
Sekarang kita bisa mendapatkan jawaban akhirnya.

Yang ditanyakan pada soal adalah nilai dari (2a -4), kita hitung lagi.

= 2a - 4

  • a = 15

= 2.15 - 4

= 30 - 4

= 26 cm.

Selesai!!



Baca juga ya :

Membagi bilangan bulat dengan desimal

Untuk pembagian bilangan bulat dengan desimal, caranya sama seperti bilangan desimal dibagi dengan bilangan desimal.

Dijadikan pecahan dulu bilangan desimalnya.


Ketika sudah dijadikan bentuk pecahan, pembagian menjadi sangat mudah dan tidak terlihat rumit lagi. Tapi ada langkah penting yang tidak boleh dilupakan.
Kita bahas saja pada soal yuk!!


Soal :

1. Hitunglah hasil bagi dari 3 ÷ 0,5 !


Ok..
Sebagai permulaan, kita coba pembagian dengan 0,5.

= 3 ÷ 0,5

  • Ubah dulu bentuk desimal menjadi pecahan
  • 0,5 = ⁵∕₁₀ 

= 3 ÷ ⁵∕₁₀ 

  • Inilah langkah penting ketika membagi dengan pecahan
  • Tanda bagi berubah menjadi kali
  • Terus, pecahan di belakang tanda bagi bertukar posisi, 5/10 menjadi 10/5

= 3 × ¹⁰∕₅

  • 10 bisa dibagi 5
  • Hasilnya 2

= 3 × 2

= 6.

Jadi...
Diperoleh hasil dari 3 ÷ 0,5 = 6

Bagaimana, sudah mengerti kan??


Soal :

2. Berapakah hasil dari 6 ÷ 1,5 !


Caranya masih sama...
Kita ubah bentuk desimal menjadi pecahan.

= 6 ÷ 1,5

  • 1,5 diubah menjadi pecahan
  • 1,5 = ¹⁵∕₁₀ 

= 6 ÷ ¹⁵∕₁₀ 

  • Sekarang tanda bagi diubah menjadi perkalian
  • Dan pecahan di belakang tanda bagi ditukar posisinya. 15/10 menjadi 10/15
  • Sedangkan bilangan di depan tanda bagi tidak mengalami perubahan, tetap seperti semula

= 6 × ¹⁰∕₁₅

  • 6 bisa dikalikan dengan 10, karena posisinya sama-sama di atas
  • Sedangkan 15 tetap, tidak perlu dikalikan karena tidak ada kawan disampingnya

= ⁶⁰∕₁₅

= 4

Nah...
Itulah hasilnya, yaitu 4.



Soal :

3. Berapakah hasil pembagian berikut, 4 ÷ 0,8 !


= 4 ÷ 0,8

  • Bilangan desimal, 0,8 harus diubah menjadi pecahan
  • 0,8 = ⁸∕₁₀ 

= 4 ÷ ⁸∕₁₀ 

  • Selanjutnya, tanda bagi diubah menjadi perkalian
  • Jangan lupa untuk membalik pecahan di belakang tanda bagi. Yang semula 8/10 menjadi 10/8

= 4 × ¹⁰∕₈

  • 4 dan 10 bisa dikalikan karena posisinya sama-sama di atas
  • 8 tetap tidak berubah ya!!

= ⁴⁰∕₈

  • 40 dibagi 8 = 5

= 5

Dan kitapun mendapatkan hasilnya.


Trik penting!!

Dari tiga contoh soal di atas, sudahkah anda mendapatkan kesimpulan atau konsep bagaimana menyelesaikan operasi pembagian dengan bilangan desimal?
Pastinya dong!!

Langkah-langkahnya :
  • Ubah bilangan desimal menjadi pecahan
  • Tanda bagi diubah menjadi kali
  • Terus, pecahan dibelakang tanda bagi ditukar posisinya.

Ingat!!
Hanya pecahan dibelakang tanda bagi saja yang bertukar posisi, sedangkan bilangan di depan tanda bagi tidak mengalami perubahan apapun.

Memahami trik atau langkah ini, akan memudahkan perhitungan dan andapun bisa mendapatkan hasilnya dengan tepat.
Selamat mencoba ya!!

Baca juga ya :

Langkah-langkah menggambar grafik 2x + y - 8 = 0

Untuk mendapatkan grafik dari sebuah garis lurus, kita hanya perlu menentukan titik potong di sumbu x dan y.

Mari kita kerjakan.!!


Soal :

1. Buatlah grafik dari persamaan garis 2x + y - 8 = 0!


Berikut adalah langkah-langkahnya.
  • Cari titik potong di sumbu x
  • Cari titik potong di sumbu y
  • Hubungkan kedua titiknya

Itulah ringkasan tahapan menggambar grafik garis lurus.


Mencari titik potong di sumbu x


Triknya :
Untuk mendapatkan titik potong di sumbu x, maka y harus dibuat 0.
y = 0.

Sehingga titik awalnya adalah (x,y) = (... , 0)
Titik-titik atau nilai x yang harus dicari dulu.

Buat persamaannya lagi.

2x + y - 8 = 0

  • Ganti y dengan nol
  • Untuk mendapatkan nilai x, ingat y harus dibuat nol

2x + 0 - 8 = 0

2x - 8 = 0

  • pindahkan -8 ke ruas kanan menjadi +8

2x = 8

  • untuk mendapatkan x, bagi 8 dengan 2

x = 8 ÷ 2

x = 4


Di atas kita masih kehilangan titik x
(x,y) = (... ,0)

Sekarang ganti x dengan 4 sesuai hasil perhitungan.

(x,y) = (4,0).

Langsung letakkan titiknya di bidang koordinat.





Mencari titik potong di sumbu y


Trik.
Buat nilai x = 0

Kebalikan dari langkah pertama, untuk mendapatkan titik potong di sumbu y, maka x harus dibuat nol.

Titik yang dicari adalah (x,y) = (0, ...)
Titik-titiknya kita hitung dengan cara di bawah.

Tulis lagi persamaannya.

2x + y - 8 = 0

  • ganti x dengan 0

2.0 + y - 8 = 0

0 + y - 8 = 0

y - 8 = 0

  • pindahkan -8 ke ruas kanan menjadi +8

y = 8

Sekarang titik lengkapnya adalah (x,y) = (0, ...)
Ganti titik-titik dengan 8.

(x,y) = (0,8)

Gambarnya seperti di bawah





Membuat garis lurusnya


Dua titik potong di sumbu x dan y sudah ditemukan dan sekarang kita tinggal menghubungkan garis yang melewati kedua titik tersebut.



Nah...
Sudah selesai.

Itulah grafik dari persamaan garis 2x + y - 8 = 0.
Ingat langkah-langkahnya ya, pasti bisa menyelesaikan soal sejenis.

Kesimpulan

Setelah melihat contoh soal di atas, pastinya anda sudah mengerti kan cara membuat grafik garis lurus yang diketahui persamaannya?

Langkahnya seperti di bawah ini :
  • Menentukan titik potong di sumbu x, dengan membuat y = 0
  • Menentukan titik potong di sumbu y, dengan membuat x = 0

Kita hanya perlu menemukan dua titik ini saja, setelah itu hubungkan garisnya dan selesailah pembuatan grafiknya.
Mudah kan?

Masih penasaran?

Agar semakin memahami konsep pembuatan grafik garis lurus, ada baiknya berlatih beberapa soal. Kalau bisa lebih banyak soal.
Sehingga kita semakin mengerti alur kerja dari soalnya.

Nanti, ketika bertemu dengan soal baru, sudah tahu apa yang harus dilakukan.

Jadi pede kan jawab soalnya.

Matematika memang perlu banyak latihan dan latihan. Jangan puas dengan satu soal saja, cobalah soal yang lain.
Jika sudah selesai, coba soal yang lain lagi.

Nah...
Pasti tambah nempel deh konsepnya di pikiran.

Coba satu soal lagi

Ini...
Coba deh satu soal lagi...

Soal :

2. Gambarlah grafik garis y = 2x - 6 pada bidang koordinat!


Caranya sama dengan soal pertama.
Tentukan dulu titik potong di sumbu x dan y.

Kali ini gambarnya saya jadikan satu saja, tidak dipisah seperti soal di atas.



Mencari titik potong di sumbu x


Lihat persamaan garisnya.
y = 2x - 6

Untuk mendapatkan titik potong di sumbu x, apa yang harus dilakukan?
Membuat "y" sama dengan nol.

Ganti y dengan 0

y = 2x - 6
  • ganti y dengan 0

0 = 2x - 6

  • Sekarang pindahkan 2x ke ruas kiri, sehingga tandanya berubah menjadi -2x

-2x = -6

  • Untuk mendapatkan x, maka -6 harus dibagi dengan angka di depan x, yaitu -2

x = -6 ÷ (-2)

x = 3


Nah, titik potong di sumbu x sudah diperoleh.
x = 3 untuk y = 0.

Sehingga titiknya (x,y) = (3,0)



Mecari titik potong di sumbu y


Ini kebalikan dari langkah di atas. Untuk mendapatkan titik potong di sumbu y, maka yang dibuat nol adalah x.
x = 0.

Buat persamaan garisnya dulu.

y =  2x - 6

  • ganti x = 0

y = 2.0 - 6

y = 0 - 6

y = -6

Sip...
Sudah ketemu.

Ketika x = 0, maka nilai "y" yang diperoleh adalah -6.
Sehingga titiknya (x,y) = (0,-6).




Membuat garis lurusnya


Kita sudah mendapatkan dua titik yang dibutuhkan untuk membuat sebuah garis lurus pada bidang koordinat.
Titiknya yaitu :
  • (x,y) = (3,0)
  • (x,y) = (0,-6)

Gambarnya seperti di bawah ini ya.



Kedua titiknya sudah ditempatkan pada posisinya dan hubungkan sehingga diperoleh garis y = 2x - 6. Inilah tampilannya pada grafik.
Semoga membantu ya.

Baca juga ya :

Luas sebuah segitiga adalah 42 cm2. Jika alasnya 12 cm, maka alasnya adalah...

Ketika diketahui luas dan tingginya, kita bisa menghitung alas segitiga dengan melakukan perhitungan terbalik.

Maksudnya bagaimana?

Mari kita kerjakan agar lebih paham.

Soal :

1. Sebuah segitiga luasnya 42 cm² dan alasnya 12 cm. Berapakah tinggi segitiganya?


Data yang diketahui :
  • luas segitiga (L) = 42 cm²
  • alas (a) = 12 cm

Ditanya :
  • tinggi (t) ....?



Menghitung tinggi dengan rumus luas

Cara pertama inilah yang dimaksud dengan perhitungan terbalik. Karena kita melakukan perhitungan dari belakang ke depan.

Luas segitiga rumusnya seperti di bawah :


Masukkan data yang diketahui ke dalam rumus, yaitu luas dan alasnya.


  • 12 dan 2 bisa dibagi dan hasilnya 6


  • untuk mendapatkan t, bagi 42 dengan 6
Dan diperoleh tinggi segitiganya adalah 7 cm.





Menggunakan rumus langsung

Atau, kita bisa menggunakan rumus langsungnya.
Seperti di bawah.


Masukkan luas dan alas yang diketahui  pada soal.


Diperoleh tinggi (t) sama dengan 7 cm.
Hasilnya sama dengan cara pertama.




Soal :

2. Luas sebuah segitiga adalah 35cm² dan tingginya 5 cm. Hitunglah alasnya!


Diketahui :
  • Luas (L) = 35cm²
  • tinggi (t) = 5 cm


Menggunakan rumus luas

Masukkan dulu data yang diketahui ke dalam rumus luas.


  • Untuk menghilangkan bentuk pecahan di ruas kanan, 2 yang sebagai penyebut bisa dikalikan silang dengan 35


  • untuk mendapatkan a, maka 35 × 2 harus dibagi dengan 5
  • 35 dibagi dengan 5, hasilnya 7.

Sehingga diperoleh alasnya (a) = 14 cm.




Menggunakan rumus langsung

Rumusnya seperti di bawah.


  • Untuk mencari alas, maka yang membagi adalah tinggi. Kebalikan dengan rumus pada soal nomor 1 ya.
  • 35 dibagi dengan 5 = 7

Sehingga diperoleh alasnya (a) = 14 cm.

Hafalkan perubahan rumusnya

Mendapatkan tinggi atau alas dari segitiga yang diketahui luasnya, haruslah mengerti perubahan rumus yang terjadi.
Jadi mesti di hafal ya!

Atau...
Akan lebih bagus lagi jika sudah mengerti bagaimana cara mengubah rumus, sehingga tidak perlu menghafal rumus terlalu banyak.

Coba deh cek contoh pengubahan rumus luas segitiga di bawah ini.


Kita akan mencari rumus tinggi ketika diketahui rumus luas segitiga.
  • Hilangkan bentuk pecahan di ruas kanan rumus, disana ada bentuk yang dibagi 2.
  • 2 kita kalikan silang ke ruas kiri, sehingga 2 dikalikan dengan L menjadi 2L
Sekarang kita memiliki bentuk rumus yang tidak ada bentuk pecahan. Lakukan langkah ini jika menemukan rumus yang ada bentuk pecahannya ya.

Kemudian :
  • Kita ingin mendapatkan "t", maka "a" harus dipindah ke ruas kiri.
  • "a" dan "t" saling mengali, maka ketika "a" dipindah ruas, maka ia akan menjadi pembagi.
  • Kita dapatkan "2L : a"

Dan inilah rumus "tinggi (t)" dari segitiga.
Untuk mendapatkan rumus alas, cobalah lakukan langkah yang sama.
Selamat mencoba ya!!



Baca juga ya :

Ditempat A suhunya -3°C dan ditempat B suhunya 5°C. Perbedaan suhunya adalah...

Trik mudah mengerjakan soal seperti ini adalah mengurangkan suhu terbesar dengan suhu terkecil. Perbedaan suhunya pun diperoleh.



Kita coba soalnya.


Soal :

1. Suhu di tempat A adalah -3⁰C dan suhu di tempat B adalah 5⁰C. Perbedaan suhu di kedua tempat tersebut adalah...


Tips :
Kurangkan suhu terbesar dengan suhu terkecil

Catat data yang ada pada soal :
  • Suhu tempat A = -3⁰C
  • Suhu tempat B = 5⁰C

Sehingga :
  • Suhu yang paling besar adalah 5⁰C 
  • Dan yang terkecil adalah -3⁰C



Perbedaan suhunya

Nah...
Sekarang kita bisa menghitung perbedaan suhunya.

Perbedaan suhu = suhu terbesar - suhu terkecil

Perbedaan suhu = 5 - (-3)
  • tanda (-) bertemu dengan (-), sehingga menjadi (+)

Perbedaan suhu = 5 + 3

Perbedaan suhu = 8⁰C

Nah...
Perbedaan suhu di kedua tempat tersebut adalah 8⁰C.



Soal :

2. Di kota Paris suhunya 4⁰C dan di kota Oslo suhunya -5⁰C. Berapa perbedaan suhu di kedua kota tersebut?


Diketahui :
  • Suhu di Paris  = 4⁰C
  • Suhu di Oslo  = -5⁰C

Tentukan suhu yang terbesar dan terkecil :
  • Suhu yang paling besar adalah 4⁰C 
  • Dan yang terkecil adalah -5⁰C



Perbedaan suhunya

Rumusnya masih sama dengan soal pertama. Tinggal kurangkan saja suhu yang terbesar dengan yang terkecil.
Hasilnya pun diperoleh.

Perbedaan suhu = suhu terbesar - suhu terkecil

Perbedaan suhu = 4 - (-5)
  • tanda (-) bertemu dengan (-), sehingga menjadi (+)

Perbedaan suhu = 4 + 5

Perbedaan suhu = 9⁰C

Jadi...
Perbedaan suhu di Kota Paris dan Oslo adalah 9⁰C.

Langkah cerdik

Ketika bertemu dengan soal mencari perbedaan suhu, ada langkah cerdik yang bisa dilakukan. Nah, perhatikan di bawah ini.
Perbedaan artinya selisih.

Jadi, kurangkanlah suhu yang terbesar dengan yang terkecil

Dengan menggunakan langkah ini, jawaban yang tepat bisa diperoleh. 

Dan perlu diketahui juga, perbedaan suhu di dua tempat selalu bernilai positif.
Jangan sampai bertemu hasil yang negatif ya!!

Biar lebih paham, ini ada contoh lagi.


Soal :

1. Jika suhu di Denpasar 28⁰C dan suhu di Tokyo -3⁰C, maka perbedaan suhu kedua kota tersebut adalah...


Yuk...
Perhatikan trik cerdik di atas.

Tentukan dulu suhu yang terbesar dan terkecil.
  • Suhu tertinggi adalah Denpasar = 28⁰C
  • Suhu yang terkecil adalah Tokyo = -3⁰C

Ketika ada suhu yang positif dan negatif, maka yang lebih besar/tinggi pastilah yang bernilai positif, yang negatif pasti lebih kecil.

Perbedaan suhu = suhu tertinggi/terbesar - suhu terkecil

Perbedaan suhu = 28 - (-3)

  • -(-3)
  • tanda minus bertemu minus, sehingga menjadi positif

Perbedaan suhu = 28 + 3

Perbedaan suhu = 31⁰C
Inilah perbedaan suhu yang dicari.




Jangan mengerjakan seperti ini ya!!

Perbedaan suhu = 28 - 3
Perbedaaan suhu = 25

Nah...
Ini salah. Jangan mengerjakan seperti itu ya!!


Baca juga ya :

Jika f(x) = 3x - 4, maka nilai dari f(2x+1) = ....

Ini adalah soal tentang fungsi dan sebelum kita mengerjakan soalnya, harus dipahami dulu bagaimana cara kerja rumusnya.



Soal :

1. Jika f(x) = 3x - 4,  maka hitunglah nilai dari f(2x+1) =....?


Ok...
Kita pahami dulu fungsi utamanya.

f(x) = 3x - 4.
  • "x" ada di dalam kurung dari f.
  • Berapapun nilai yang ada di dalam kurung, digunakan untuk mengganti x yang ada di sebelah kanan tanda =.

Misalkan f(2), berarti x diganti dengan 2.
Sehingga :

f(x) = 3x - 4
  • x warna merah diganti dengan 2
f(2) = 3.2 - 4
f(2) = 6 - 4
f(2) = 2.

Seperti itulah caranya.

Misalkan lagi, f(2x), berarti x di sebelah kanan tanda sama dengan diganti dengan 2x

f(2x) = 3.(2x) - 4

f(2x) = 6x - 4

Itulah jawaban yang diminta.



Mencari nilai f(2x+1)

Pada soal ditanyakan nilai dari f(2x+1).

Artinya apa?
"x" yang ada di sebelah kanan tanda sama dengan diganti dengan (2x+1).

f(x) = 3x - 4
  • x warna merah diganti dengan 2x + 1

f(2x+1) = 3(2x+1) - 4
  • Cara mengalikan 3(2x +1)
  • 3 dikali dengan 2x = 6x
  • 3 dikali dengan +1 = +1

f(2x+1) = 6x + 3 - 4
  • 3-4 = -1
  • 6x tetap karena tidak ada kawan untuk dijumlah atau dikurangkan

f(2x+1) = 6x - 1

Inilah jawabannya....




Soal :

2. Jika f(x) = 3x - 4,  maka hitunglah nilai dari f(4x-3) =....?


Langkahnya sama seperti soal pertama.

Tulis dulu fungsi aslinya.

f(x) = 3x - 4

Sekarang diminta f(4x-3)

f(x) = 3x - 4
  • "x" warna merah diganti dengan 4x - 3
f(4x-3) = 3(4x-3) - 4
  • Mengalikan 3(4x-3)
  • 3 dikali dengan 4x = 12x
  • 3 dikali dengan -3 = -9

f(4x-3) = 12x - 9 - 4
  • -9-4 = -13

f(4x-3) = 12x - 13

Inilah jawabannya.  


Baca juga ya :