Showing posts with label Campur. Show all posts
Showing posts with label Campur. Show all posts

Hitunglah Nilai 12,5% dari 512!

Ada beberapa cara untuk mendapatkan jawaban soal ini. Mulai dari mengalikannya secara langsung atau menggunakan trik tertentu.

Trik seperti apa?


Baik...
Sudah penasaran?

Kita bahas di bawah ini.

Soal

Berikut soalnya.


Soal :

1. Hitunglah nilai 12,5% dari 512!


Kita mulai dari cara yang paling biasa.



Cara pertama


Gunakan cara biasa, perkalian yang umum dilakukan.

12,5% dari 512 artinya kalikan 12,5% dengan 512.



  • Ubah bentuk persen menjadi per 100
  • 12,5% = 12,5/100


  • Kalikan 12,5 dengan 512
  • 12,5×512 = 6400
  • 100 tetap karena tidak ada kawan untuk perkalian
  • 6400 dibagi 100 adalah 64

Hasilnya 64.
Jika dibuat bentuk pangkat, 64 = 2⁶.

Inilah cara pertama.



Cara kedua


Kita mulai menggunakan triknya.
Apa itu?
Mengubah 12,5% menjadi pecahan paling sederhana.



  • Kita ubah dulu 12,5% menjadi bentuk paling sederhana
  • ¹∕₈ adalah bentuk paling sederhana dari 12,5%




Setelah mendapatkan bentuk sederhana dari 12,5%, kita masuk ke perhitungan soalnya.




  • 512 dikali dengan 1 menjadi 512
  • 8 tetap tidak berubah
  • 512 dibagi 8, hasilnya 64.

64 bisa diubah menjadi bentuk pangkat, yaitu 2⁶ atau 8².

Untuk cara kedua...
Kita menyederhanakan bentuk persennya, sehingga angkanya lebih kecil dan tidak menyulitkan perhitungan.

Sekarang mulai hafalkan, kalau 100 itu adalah perkalian dari 12,5 dan 8.
Ini sangat berguna untuk soal-soal lain model pangkat.



Cara ketiga


Triknya kali ini berbeda, menggunakan sifat dari perpangkatan atau eksponen.
Mari perhatikan lagi.




  • 12,5% disederhanakan menjadi ¹∕₈
  • 512 diubah menjadi bentuk pangkat, yaitu 2⁹
  • Dan 8 diubah menjadi bentuk pangkat juga, yaitu2³

Ingat sifat eksponen atau pangkat.
Jika bilangan pokoknya sudah sama dan dibagi, maka pangkatnya dikurang.

Diperoleh hasil 2⁶ atau 64.

Bagaimana, sudah paham dengan beberapa penyelesaian di atas??



Soal :

2. Berapakah nilai dari 25% dari 128?


Masih menggunakan langkah yang sama dengan soal pertama.
Ayo tuntaskan soal ini!!



Cara pertama


Kalikan seperti biasa saja.



  • 25% diubah menjadi pecahan, yaitu ²⁵∕₁₀₀
  • Kalikan 25 dengan 128 menjadi 3200
  • Sedangkan 100 tetap karena tidak ada kawan.
Kemudian :
  • Bagi 3200 dengan 100 menjadi 32.

Bagaimana, mudah bukan?

Masih ingin cara yang lain?
Ok, coba cara kedua.



Cara kedua


Sekarang kita terapkan triknya.
Apa itu?
Penyederhanaan pecahan.

25% di sederhanakan dulu.

= 25%
= ²⁵∕₁₀₀ ÷ ²⁵∕₂₅
= ¼

25 dan 100 keduanya bisa dibagi 25.




Selanjutnya kita masuk ke perhitungan.


  • Kalikan 1 dengan 128 menjadi 128
  • 4 tetap tidak berubah
  • 128 dibagi 4 menjadi 32

32 dalam bentuk pangkat menjadi 2⁵


Nah...
Seperti itulah cara mengalikan bilangan persen dengan bilangan bulat dengan teknik penyederhanaan dan penggunaan sifat pangkat.

Semoga membantu ya!

Baca juga ya :

Mencari nilai x dari 2x + 4 = x + 7

Soal di atas termasuk ke dalam persamaan satu variabel. Mengapa? Karena hanya ada satu variabel saja, yaitu x.


Bagaimana cara mendapatkan jawabannya?

Konsep soal

Untuk mendapatkan jawabannya kita harus memahami konsep soal, apa yang harus dilakukan agar ketemu nilai x-nya.

Langkah-langkahnya :
  • Kumpulkan suku yang sejenis
  • Suku yang mengandung x dikumpulkan sesama yang mengandung x
  • Sedangkan yang tidak ada variabel x, dikumpulkan di tempat yang sama. Di dalam satu ruas yang sama.
Ada aturan lain :
  • Ketika memindahkan suku ke ruas lain, maka tandanya berubah.
  • Misalnya memindahkan +4 dari ruas kiri ke ruas kanan, tandanya berubah menjadi minus
    +4 menjadi -4
  • Begitu juga sebaliknya.


Soal

Sekarang kita kerjakan soalnya dan pahami langkah-langkah untuk mendapatkan nilai x-nya. Semua aturan pada konsep soal akan digunakan.


Soal :

1. Hitunglah nilai x dari persamaan 2x + 4 = x + 7


Baik...
Mari kita kerjakan.

2x + 4 = x + 7
  • Suku suku yang sejenis adalah 2x dan x
    Karena keduanya sama-sama memiliki variabel x
  • Suku sejenis yang lain adalah 4 dan 7 karena sama-sama tidak memiliki variabel.
Kemudian :
  • Kumpulkan suku yang punya x di ruas kiri.
  • Ruas kiri maksudnya di sebelah kiri tanda sama dengan
  • 2x sudah di ruas kiri, jadi kita pindahkan x
  • x dipindah ke ruas kiri dan tandanya positif, yaitu +x
  • Karena dipindah ke ruas kiri, maka tandanya berubah menjadi -x

2x - x + 4 = 7
  • Sekarang pindahkan +4 ke ruas kanan.
  • +4 dipindah ruas berubah menjadi -4
2x-x = 7-4
  • 2x-x = x
  • 7-4 = 3
x = 3

Jadi...
Nilai x yang dimaksud adalah 3.

Seperti itulah cara mendapatkan nilai x dari persamaan yang menggunakan satu variabel.



Soal :

2. Carilah nilai x dari persamaan berikut : 8 - x = 2x + 2!


Kita coba soal berikutnya untuk lebih menambah pemahaman dengan jenis soal seperti ini. Masih menggunakan langkah yang sama seperti soal pertama.

8 - x = 2x + 2
  • Suku yang mengandung x kita tempatkan di ruas kiri
  • -x sudah di ruas kiri
  • 2x ada di ruas kanan.
Jadi...
  • Kita pindahkan 2x ke ruas kiri.
  • 2x tandanya positif, +2x
  • +2x dipindah ruas tandanya berubah menjadi -2x
8 - x - 2x = 2
  • Suku yang tidak mengandung x kita tempatkan di ruas kanan
  • 2 dan 8 suku yang sejenis karena tidak mengandung variabel
  • Tempatkan suku-suku ini di ruas kanan
  • 2 sudah di ruas kanan, sedangkan 8 masih di ruas kiri
  • Pindahkan 8 ke ruas kanan sehingga menjadi -8
-x-2x = 2 - 8
  • -x-2x = -3x
  • 2-8 = -6
-3x = -6
  • Untuk mendapatkan x, bagi -6 dengan -3
x = -6÷-3

x = 2

Nah...
Nilai x-nya adalah 2.

Bagaimana, semoga membantu ya...
Nanti kita sambung lagi dengan soal berikutnya...


Baca juga ya :

Hitung campuran : Mencari nilai dari : 4×3+5²-10 = ...

Untuk mencari hasil sebuah soal hitung campuran, kita harus tahu aturannya dulu. Bagian mana yang harus dikerjakan paling pertama.


Aturan yang harus dipenuhi

Berikut adalah aturan yang harus dipenuhi ketika mengerjakan soal hitung campuran. Perhatikan baik-baik ya!
  • Pertama : kerjakan bagian yang di dalam kurung
  • Kedua : hitung bilangan pangkat
  • Ketiga : lakukan perkalian dan pembagian 
  • Keempat : hitung penjumlahan dan pengurangan
Itulah aturannya.
Dan sekarang kita terapkan ke dalam soal agar semakin paham.

Soal

Ok..
Mari kita coba contoh soalnya.


Soal :

1. Carilah hasil dari perhitungan campur berikut : 4×3+5²-10 = ...

Kita tulis lagi soalnya.

4×3+5²-10
  • Tidak ada tanda kurung pada soal, jadi langsung ke tahap kedua
  • Tahap kedua adalah menyelesaikan bilangan pangkat.
  • Pada soal ada bilangan pangkat, yaitu 5²
  • 5² = 25
4×3+25-10
  • Masuk ke tahap ketiga, yaitu selesaikan perkalian
  • 4×3 = 12
= 12 + 25 - 10
  • Tahap selanjutnya barulah selesaikan perjumlahan dan pengurangan.
  • Dari mana mengerjakan?
  • Kerjakan dari depan. 
  • Jumlahkan dulu 12 + 25 = 37
= 37 - 10
  • Sekarang kurangkan
= 27

Jadi...
Hasil dari soal hitung campur di atas adalah 27.

Tips!
  • Jika ada penjumlahan dan pengurangan, selalu kerjakan dari depan.
  • Jika penjumlahan di depan maka jumlahkan dulu
  • Jika pengurangan di depan maka kurangkan dulu.
  • Begitu juga dengan perkalian dan pembagian, selalu kerjakan dari depan.

Soal :

2. Hitunglah hasil dari : 12 × 3 ÷ (2+2²) = ...

Masih menggunakan cara yang sama untuk mendapatkan hasil dari soal nomer 2.

Tulis lagi soalnya.

12 × 3 ÷ (2+2²)
  • Langkah pertama mengerjakan yang di dalam kurung.
  • Karena di dalam kurung ada bilangan kuadrat, kita kuadratkan dulu
  • 2² = 4
12 × 3 ÷ (2+4)
  • Kerjakan yang di dalam kurung
  • Jumlahkan 2 dan 4.
  • 2 + 4 = 6
12 × 3 ÷ (6)
  • Tanda kurung boleh dihilangkan karena sudah tidak ada operasi perhitungan lagi di dalamnya
12 × 3 ÷ 6
  • Sekarang kita punya perkalian dan pembagian
  • Berarti kerjakan dari depan ya!
  • Kalikan 12 dengan 3 dulu
  • 12 × 3 = 36
= 36 ÷ 6
  • Langkah terkahir adalah membagi
  • 36 ÷ 6 = 6
= 6

Hasilnya adalah 6.


Soal :

3. Carilah hasil dari soal hitung campur berikut : 24-12÷3+3²×4 = ...


Tulis lagi soalnya.

24-12÷3+3²×4
  • Langkah pertama, tanda kurung tidak tersedia dan kita lanjut ke langkah kedua
  • Langkah kedua, selesaikan bilangan pangkat.
  • 3² =  9
24-12÷3+9×4
  • Langkah ketiga, pembagian dan perkalian
  • Kita bertemu dengan pembagian lebih dulu, jadi bagi dulu
  • 12÷3 = 4
  • Selanjutnya lakukan perkalian
  • 9×4 = 36
= 24-4+36
  • Soalnya tinggal pengurangan dan penjumlahan
  • Kerjakan dari depan
  • Paling pertama adalah pengurangan
  • 24-4 = 20
= 20 + 36
  • Terakhir jumlahkan keduanya
= 56

Inilah hasilnya.

Nah...
Itulah cara mengerjakan soal hitung campuran. 
Semoga membantu ya!!

Baca juga ya:

Harga satu lusin buku Rp36.000. Berapa harga 20 buku?

Mendapatkan jawaban soal ini bisa menggunakan bantuan dari persamaan unit yang diketahui. Misalnya 1 lusin itu sama dengan berapa buah/biji.


Konsep soal

Kita harus mengetahui perubahan unit agar memudahkan perhitungan.

1 lusin = 12 buah (biji)

Nah...
Menggunakan data di atas kita bisa mencari harga per buah.

Jadi, langkah pengerjaan soalnya adalah:
  • Mencari harga satu buah buku
  • Caranya dengan membagi harga satu lusin dengan 12 buah
  • Setelah itu bisa dicari harga 20 buku dengan mengalikan harga per buku dan 20
Seperti itulah caranya.

Soal pertama

Ayo kita coba soal yang pertama.


Soal :

1. Harga satu lusin buku Rp36.000. Berapakah harga 20 buku?


Data pada soal:
  • Harga satu lusin buku Rp36.000


Mencari harga satu buku

Kita bisa mencari harga satu buku dengan cara membagi harga satu lusin buku dengan 12.

12 dari mana?
Ingat, 1 lusin adalah 12 buah.

Data:
  • Harga satu lusin buku Rp36.000
  • 1 lusin = 12 buah
Harga satu buah = harga satu lusin ÷ 12

Harga satu buah = Rp36.000 ÷ 12

Harga satu buah = Rp3.000

Nah...
Kita sudah mendapatkan harga satu buah buku, yaitu Rp.3.000,00



Mencari harga 20 buku

Sekarang datanya menjadi:
  • Harga satu buku adalah Rp3.000
Dan kita bisa mencari harga 20 buku.

Harga 20 buku dicari dengan mengalikan 20 dan harga satu buku.

Harga 20 buku =  20 × Rp3.000

Harga 20 buku = Rp60.000,00

Jadi...
Itulah cara mencari harga 20 buku jika diketahui harga satu lusinnya.

Soal kedua


Soal :

2. Budi membayar Rp45.000,00 untuk 10 buku. Berapakah harga satu lusin buku?


Diketahui pada soal:
  • Harga 10 buku adalah Rp45.000,00


Mencari harga satu buku

Harga satu bukulah yang dicari pertama kali.

Data:
  • Harga 10 buku Rp45.000,00

Mendapatkan harga satu buku caranya dengan membagi harga 10 buku dengan 10.

Harga satu buah = harga sepuluh buku ÷ 10

Harga satu buah = Rp45.000 ÷ 10

Harga satu buah = Rp4.500

Ok...
Harga satu buku sudah diperoleh.
Yaitu Rp4.500,00



Mencari harga satu lusin buku

Data terakhir adalah:
  • Harga satu buku adalah Rp4.500
  • 1 lusin = 12 buah

Harga 1 lusin buku diperoleh dengan mengalikan harga satu buku dan 12.

Harga 1 lusin =  12 × Rp4.500

Harga 1 lusin = Rp54.000,00

Ok...
Seperti itulah soal tentang lusin.
Semoga membantu ya...



Baca juga ya:

Mengubah 30 dm³/menit menjadi liter/detik

Jika ingin mengubah satuan suatu besaran, kita harus tahu perubahan dari satu satuan ke satuan yang lain. Ini sangat penting karena mempermudah pengerjaan soal.


Untuk soal kali ini, kita akan mengubah satuan debit.

Tahu debit itu apa?
Debit bisa dikatakan sebagai volume cairan yang mengalir dalam satuan waktu tertentu. Misalnya debit aliran sungai atau debit air yang mengucur lewat selang.

Perubahan satuan yang mendukung

Untuk volume dan waktu, ada beberapa perubahan satuan yang penting untuk diingat. Hafalkan agar kita mudah mengerjakan soal seperti ini.

Perubahan satuannya adalah:
  • 1 dm³ = 1 liter
  • 1 liter = 1000 ml
  • 1 dm³ = 1000 cm³ = 1000 ml
  • 1 cm³ = 1 ml (mili liter)
  • 1 jam = 60 menit
  • 1 menit = 60 detik

Nah...
Perubahan satuan di ataslah yang akan digunakan untuk memecahkan soal kita.

Soal pertama


Soal:

1. Ubahlah 30 dm³/menit menjadi liter/detik!


Data pada soal adalah:
  • Debit 30 dm³/menit
Langkah-langkah mengerjakan soalnya seperti berikut:
  • Ubah dm³ menjadi liter
  • Ubah menit menjadi detik


Mengubah satuannya

Baik...
Perhatikan perhitungan di bawah ini ya.


  • Kita bisa membuat bentuk debitnya menjadi pecahan seperti di atas.
  • Per menit di bagian bawah, artinya sama dengan dibagi 1 menit.


  • Ingat:
    1 dm³ = 1 liter, Sehingga bagian dm³ dikali 1 liter
    1 menit = 60 detik, sehingga bagian menit dikali dengan 60 detik


  • Sederhanakan dengan menghilangkan satu nol pada 30 dan 60.
  • Dari 3 per 6, kita sederhanakan lagi lewat membagi keduanya dengan 3. Sehingga menjadi 1 per 2.
Atau jika dibuat bentuk desimal menjadi 0,5 liter/detik.

Jadi...
Kita sudah dapatkan bahwa 30 dm³/menit = 0,5 liter/detik.


Soal kedua


Soal:

2. Kerjakan 15 dm³/menit = .... ml/detik!


Masih menggunakan prinsip perubahan yang sama, yaitu dengan mengubah masing-masing satuan.
  • dm³ menjadi ml
  • menit menjadi detik
Mari kita kerjakan.



  • Ubah bentuk debitnya menjadi pecahan, dimana bagian bawah dibagi dengan 1 menit.
  • 15 dm³/menit sama dengan 15 dm³ per 1 menit



  • 1 dm³ = 1000 ml
    Sehingga bagian dm
    ³ dikali dengan 1000 ml
  • 1 menit = 60 detik
    Sehingga kita kalikan dengan 60 detik

Selanjutnya:
  • Bagi 15000 dengan 60
  • Hasilnya adalah 250

Jadi...
Kita sudah mendapatkan hasilnya yaitu 250 ml/detik.


Baca juga ya:

Sebuah kamar tidur berukuran 3,2 meter dan 2½ meter. Hitunglah luas dan kelilingnya!

Menghitung luas dan keliling sebuah kamar masih menggunakan cara yang sama untuk menghitung luas dan keliling sebuah bangun datar.



Dilihat dari ukuran kamarnya, bentuknya adalah persegi panjang. Karena ukuran kedua sisi yang diketahui tidak sama.

Konsep soal

Panduan untuk mengerjakan soalnya, karena sisinya berbentuk bilangan desimal dan pecahan, adalah sebagai berikut:
  • Ubah kedua bentuk ukuran menjadi pecahan biasa.
  • Kalikan keduanya untuk mendapatkan luasnya. Sedangkan keliling mengikuti rumus yang diberikan di bawah.
Itulah langkah umumnya.

Atau kita bisa melakukan seperti ini:
  • Ubah keduanya menjadi bilangan desimal
  • Lalu kalikan dengan cara susun, seperti mengalikan dua bilangan puluhan, untuk mendapatkan luas.
Silahkan pilih, hasilnya sama.

Soal pertama


Soal:

1. Sebuah kamar berukuran 3,2 meter dan 2½ meter. Hitunglah luas dan keliling kamar tersebut!


Data pada soal:
  • Panjang kamar = 3,2 meter
  • Lebar kamar = 2½ meter


Mengubah kedua ukuran ke pecahan biasa


Ukuran kamarnya adalah:
  • 3,2 meter
  • 2½ meter
3,2 = ³²∕₁₀
2½ = ⁵∕₂

Inget lagi ya cara mengubah bentuk desimal dan pecahan campuran menjadi pecahan biasa.

Artikel yang membantu:


Mencari keliling


Sekarang kita cari kelilingnya dulu.

Keliling kamar sama dengan keliling persegi panjang.

Keliling kamar = 2×(p+l)
Keliling kamar = 2×(³²∕₁₀+⁵∕₂)
  • Panjang = ³²∕₁₀
  • Lebar = ⁵∕₂
Keliling kamar = 2×(³²∕₁₀+⁵∕₂×⁵∕₅)
  • Samakan penyebutnya, menjadi 10 semua.
  • Karena itu kita kalikan ⁵∕₂ dengan ⁵∕₅ agar penyebutnya menjadi 10.
Keliling kamar = 2×(³²∕₁₀+²⁵∕₁₀)
Keliling kamar = 2×(⁵⁷∕₁₀)
  • Kalikan 2 dengan 57 menjadi 114
  • Sedangkan 10 tetap karena tidak ada kawan untuk pengalinya.
Keliling kamar = ¹¹⁴∕₁₀ meter.

Bentuk di atas bisa diubah menjadi desimal, yaitu 11,4 meter.



Mencari luas


Kelilingnya sudah diperoleh dan sekarang kita hitung luasnya.

Luas = p × l
  • Panjang = ³²∕₁₀
  • Lebar = ⁵∕₂
Luas = ³²∕₁₀ × ⁵∕₂
  • Kalikan 32 dengan 5 menjadi 160
  • Kalikan 10 dengan 2 menjadi 20
Luas = ¹⁶⁰∕₂₀ m²
  • Kita bagi 160 dengan 20, hasilnya 8
Luas = 8 m².

Nah...
Kita sudah dapatkan apa yang dicari.
  • Keliling = 11,4 meter
  • Luas = 8 m²
Soal kedua


Soal:

2. Lahan kebun Pak Narjo berukuran 4,2 meter dan 8,5 meter. Berapakah luas dan keliling kebun Pak Narjo?


Cek data pada soal:
  • Panjang = 4,2 meter
  • Lebar = 8,5 meter


Mengubah kedua ukuran ke pecahan biasa


Ukuran kamarnya adalah:
  • 4,2 meter
  • 8,5 meter
4,2 = ⁴²∕₁₀
8,5 = ⁸⁵∕₁₀



Mencari keliling


Kelilingnya bisa dihitung sekarang menggunakan rumus keliling persegi panjang.

Keliling kamar = 2×(p+l)
Keliling kamar = 2×(⁴²∕₁₀+⁸⁵∕₁₀)
  • Panjang = ⁴²∕₁₀
  • Lebar = ⁸⁵∕₁₀
Keliling kamar = 2×(¹²⁷∕₁₀)
  • Kalikan 2 dengan 127 menjadi 254
  • Sedangkan 10 tetap karena tidak ada kawan untuk perkaliannya.
Keliling kamar = ²⁵⁴∕₁₀
  • 254 dibagi 10 menjadi 25,4.
Keliling kamar = 25,4 meter.



Mencari luas



Luas = p × l
  • Panjang = ⁴²∕₁₀
  • Lebar = ⁸⁵∕₁₀
Luas = ⁴²∕₁₀ × ⁸⁵∕₁₀
  • Kalikan 42 dengan 85 menjadi 3570
  • Kalikan 10 dengan 10 menjadi 100
Luas = ³⁵⁷⁰∕₁₀₀

Luas = 35,70 m²

Itulah cara mencari keliling dan luas sebuah kamar dan lahan.
Semoga membantu ya...

Baca juga ya:

Mencari dua kelipatan persekutuan pertama dari 4 dan 6.

Kelipatan persekutuan artinya kelipatan yang nilainya sama dari dua buah bilangan yang diberikan. Cara mencarinya mudah kok.


Apa ini mirip KPK (Kelipatan Persekutuan Terkecil)?
Iya mirip.

Hanya di sini kita harus mencari dua kelipatan yang sama.

Soal pertama

Kita langsung saja coba soalnya agar lebih paham. Nanti dijelaskan kok bagaimana cara mendapatkan jawabannya.


Soal:

1. Carilah dua kelipatan persekutuan pertama dari 4 dan 6!


Langkahnya seperti apa?
  • Buat kelipatan atau perkalian dari 4 dan 6
  • Cari dua bilangan yang hasilnya sama dari kelipatan 4 dan 6.


Mencari kelipatan dari 4 dan 6

Kelipatan 4 adalah perkalian dari 4.
Begitu juga dengan kelipatan dari 6.

Kelipatan 4 = 4, 8, 12, 16, 20, 24, 28, 32, 36, 40,....
Kelipatan 6 = 6, 12, 18, 24, 30, 36, 42, 48, 54, 60,....



Menentukan kelipatan persekutuan

Kelipatan persekutuan adalah hasil perkalian yang sama.
Coba lihat yang diwarna merah di atas.
  • 12 ada di kelipatan 4 dan 6
  • 24 ada di kelipatan 4 dan 6.
Nah...
12 dan 24 adalah dua kelipatan persekutuan dari 4 dan 6. Karena 12 dan 24 ada di perkalian 4 dan ada diperkalian 6.

Bagaimana, mudah sekali kan??

Jadi...
Jawaban soal pertama adalah 12 dan 24.

Soal kedua

Ok...
Coba lagi soal berikutnya.

Soal:

2. Tentukanlah tiga kelipatan pertama dari 3 dan 6!


Langkahnya masih sama dengan soal pertama.
Cari dulu perkalian dari 3 dan 6.


Mencari kelipatan dari 3 dan 6

Berikut adalah kelipatan masing-masing bilangan.

Kelipatan 3 = 3, 6, 9, 12, 15, 18, 21, 24, 27, 30,...
Kelipatan 6 = 612, 18, 24, 30, 36, 42, 48, 54, 60,....



Menentukan tiga kelipatan persekutuan pertama

Lihat kelipatan dari 3 dan 6 di atas.
Kita bisa lihat bahwa:
  • 6 ada di kelipatan 3 dan 6
  • 12 ada di kelipatan 3 dan 6
  • 18 ada di kelipatan 3 dan 6
Jadi...
6, 12 dan 18 adalah tiga kelipatan persekutuan pertama dari 3 dan 6.

Mudah kan?

Seperti itulah cara menentukan tiga kelipatan persekutuan pertama dari dua bilangan yang diberikan. Semoga membantu...


Baca juga ya: