Bentuk baku dari 0,04 adalah...

Dalam menentukan bentuk baku, ada aturan yang harus dipenuhi, sehingga jawaban kita nantinya bernilai benar.



Soal :

1. Tentukan bentuk baku dari 0,04!


Mari lihat dulu bentuk baku itu seperti apa.

Bentuk baku adalah bentuk yang dibuat dengan menuliskan bilangannya seperti ini :
" a × 10"
Keterangan :
  • "a" → 1 ≤ a < 10
    Maksudnya, "a" bisa terdiri dari bilangan 1 tetapi tidak boleh sama atau lebih 10 
  • "b" → pangkatnya nanti bisa bernilai negatif atau positif, tergantung bentuk bilangannya.



Bentuk baku 0,04

Cara termudah untuk membuat bentuk baku model soal seperti ini adalah mengubahnya menjadi bentuk pecahan.



  • 0,04 dibuat menjadi bentuk pecahan
  • Menjadi 4/100


  • 100 diubah menjadi bentuk pangkat, sehingga menjadi 10²
  • Kenapa dibuat bentuk pangkat?
    Lihat kembali aturan bentuk baku, kan ada 10 pangkat b. Jadi kita harus membuat bentuk seperti itu


  • 10² ketika dipindah posisi dari bawah ke atas, maka pangkatnya dikalikan dengan negatif.
  • Sehingga menjadi 10 pangkat -2

Jadi, itulah bentuk baku dari 0,04.




Soal :

2. Buatlah bentuk baku dari 4100 !


Trik tambahan lagi untuk mengerjakan bentuk baku.

Lihat angka pertama yang bukan nol dari depan.
  • Pada 4100, angka pertama dari depan yang bukan nol adalah 4
  • Setelah itu ada angka 1

Setelah angka pertama, letakkan koma kemudian diikuti angka kedua,
Sehingga menjadi 4,1

4,1 biar menjadi 4100, harus dikali dengan 1000

Kemudian :

4100 = 4,1 × 1000
  • 1000 diubah menjadi bentuk pangkat
  • 1000 = 10³

= 4,1 × 10³
  • Kita tidak perlu memindahkan 10³, karena posisinya sudah di atas atau sejajar dengan 4,1
  • Kalau soal pertama, memang harus dipindahkan ke atas agar sesuai dengan ketentuan yang telah ada.

Inilah bentuk baku dari 4100, yaitu 4,1 × 10³



4100 bisa diubah menjadi 41 × 100 kan?

Bisa!!
4100 bisa diubah menjadi 41 × 100

= 41 × 10²

Apakah ini termasuk bentuk baku?
Tidak.

41 × 10² bukan bentuk baku.
Karena "a", yang diwarna merah, haruslah berkisar dari 1 dan kurang dari 10.
Sedangkan, yang warna merah, lebih dari 10, karena nilainya 41.

Sehingga, kita harus membuatnya ke dalam 4,1 agar sesuai syarat, yaitu lebih atau sama dengan dari 1 dan kurang dari 10.


Soal :

3. Buatlah bentuk baku dari 0,00041 !


Nah...
Sekarang kita ulas soal dengan bentuk seperti ini.

Triknya :
  • 0,00041
  • Lihat tanda koma, hitung ada berapa angka setelah koma sampai bertemu angka bukan nol pertama.
  • Angka bukan nol pertama dari kanan adalah 4
  • Ada empat angka, terdiri dari tiga nol dan satu angka empat.
  • Karena bertemu empat angka, artinya dibagi dengan 10000 (dibagi dengan 4 angka nol)
  • Sekarang, komanya pindah disebelah kanan 4


  • Selanjutnya, ubah 10000 menjadi 10⁴



Inilah bentuk baku dari 0,00041


Baca juga ya :

Suhu air dalam lemari es berkurang 1 derajat setiap 10 menit. Jika suhu awal 15°, setelah 1 jam suhu air adalah?

Suhu turun setiap 10 menit dan kita diberikan waktu satu jam. Berarti harus dicari dalam satu jam itu ada berapa 10 menit.


Ya...
Itulah trik mengerjakan soalnya.


Soal :

1. Air bersuhu 15⁰ dimasukkan ke dalam kulkas dan suhunya berkurang 1⁰ setiap 10 menit. Berapakah suhu air setelah 1 jam?


Diketahui :
  • Waktu = 1 jam = 60 menit
  • Suhu turun 1⁰ setiap 10 menit

Kita hitung dulu berapa kali terjadi penurunan suhu.



Banyak penurunan suhu

Yang ingin dihitung adalah selama 1 jam atau 60 menit.
Penurunan suhu setiap 10 menit.

Banyak penurunan suhu = 60 menit ÷ 10 menit
 
= 6 kali.



Berkurangnya suhu


Kita mendapatkan 6 kali penurunan suhu.
Setiap kali turun, suhu berkurang 1⁰.

Berarti total penurunan suhu = 6 × 1⁰
= 6⁰.



Suhu akhir


Ketika pertama kali dimasukkan ke dalam kulkas, suhu air 15⁰, sedangkan setelah 1 jam di dalamnya, suhu berkurang 6⁰.

Jadi suhu akhir = 15⁰ - 6⁰
= 9⁰.

Nah...
Seperti itulah cara perhitungannya.



Soal :

2. Air yang suhunya 20⁰ dimasukkan ke dalam lemari es. Suhunya turun 2⁰ setiap 15 menit. Berapakah suhu air setelah 2 jam?


Diketahui :
  • Waktu dalam kulkas = 2 jam = 120 menit
  • Suhu turun 2⁰ setiap 15 menit



Banyak penurunan suhu

Banyak penurunan suhu = waktu di dalam kulkas ÷ setiap berapa menit suhu turun 2 derajat

= 120 menit ÷ 15 menit
 
= 8 kali.



Berkurangnya suhu


Ada 8 kali penurunan suhu dan sekali turun suhu berkurang 2⁰.

Sehingga, total penurunan suhu = 8 × 2⁰
= 16⁰.



Suhu akhir


Sekarang kita bisa menghitung suhu akhir air setelah 2 jam di dalam kulkas.

Jadi suhu akhir = 20⁰ - 16⁰
= 4⁰.



Baca juga ya :

Menyederhanakan Pecahan Campuran

Menyederhanakan pecahan campuran caranya sama dengan menyederhanakan pecahan biasa. Namun bilangan bulatnya tidak perlu disederhanakan.


Mari lihat contohnya agar lebih mengerti.


Soal :

1. Sederhanakanlah pecahan campuran berikut : 3²∕₆ 


Ok..
Ayo kerjakan.


  • Angka 3 sebagai bilangan bulat pada pecahan 3²∕₆
  • Angka 3 tidak ikut disederhanakan
  • Yang disederhanakan hanyalah 2 dan 6.
  • Keduanya bisa sama-sama dibagi 2

Dan hasilnya adalah 3⅓


Soal :

2. Bentuk sederhana dari : 4⁵∕₁₅


Bilangan pokoknya adalah 4, sehingga 4 tidak ikut disederhanakan.


  • 5 dan 15 keduanya sama-sama bisa dibagi 5


Soal :

3. Bentuk sederhana dari : 7³∕₁₂




  • 3 dan 12 sama-sama bisa dibagi 3


Soal :

4. Sederhanakan pecahan campuran berikut : 5¹²∕₁₈



  • 12 dan 18 sama-sama bisa dibagi 6



Baca juga ya :

Ana memiliki bak dengan ukuran 30 cm x 80 cm x 20 cm. Berapa volume air untuk mengisi sepertiga bak itu?

Kita hanya perlu mencari volume balok, setelah itu dikalikan dengan berapa bagian yang akan diisi air. Itu saja.



Soal :

1. Ana memiliki bak berbentuk balok dengan ukuran 30cm x 80cm x 20 cm. Jika balok akan diisi air sepertiga bagian saja, berapa volume air yang diperlukan?


Dalam soal ingin diketahui :
  • Volume sepertiga balok

Perhatikan soalnya, bahwa balok hanya diisi sepertiga bagian saja. Ini artinya, volume airnya sama dengan sepertiga dari volume balok total.



Mencari volume sepertiga bagian

Volume sepertiga bagian atau sebut saja dengan V₁.

V₁ = ⅓ × V
 
  • V₁ = volume sepertiga bagian
  • V  = volume total balok

Volume balok (V) rumusnya adalah :
V = p × l × t


Kemudian rumusnya menjadi :

V₁ = ⅓ × p × l × t

  • p = 30cm
  • l = 80cm
  • t = 20cm

V₁ = ⅓ × 30 × 80 × 20

  • ⅓ × 30 = 10

V₁ = 10 × 80 × 20

V₁ = 16.000 cm³


Jadi, volume air yang diperlukan untuk mengisi sepertiga bagian dari bak tersebut adalah 16.000 cm³



Soal :

2. Bak air dengan ukuran 80 cm x 100 cm x 50 cm akan diisi air setengah bagian. Berapa volume air yang diperlukan?


Baknya akan diisi setengah bagian.
Berarti volume air yang diperlukan adalah setengah dikali dengan volume baloknya.


Mencari volume setengah bagian

Volume setengah bagian = V₁.

V₁ = ½ × V
  • V₁ = volume setengah bagian
  • V = volume total balok

Kemudian rumus untuk menghitung volume setengah bagian adalah :

V₁ = ½ × p × l × t

  • p = 80cm
  • l = 100cm
  • t = 50cm

V₁ = ½ × 80 × 100 × 50

  • ½ × 80 = 40

V₁ = 40 × 100 × 50

V₁ = 200.000 cm³


Nah, itulah volume air yang diperlukan untuk mengisi setengah bagian bak tersebut.


Baca juga ya :

Hitung m pada perhitungan campuran berikut : m + 24 :(-2) x 3 = 25

Dengan mengetahui aturan operasi mana yang lebih dulu dilakukan, kita bisa menentukan nilai m pada soal ini.


Berikut soalnya.


Soal :

1. Hitunglah nilai m pada soal berikut : m + 24 ÷ (-2) × 3 = 25!


Aturan operasi seperti soal di atas adalah :
  • Pembagian dan perkalian harus lebih dulu
  • Berikutnya barulah penjumlahan dan pengurangan

m + 24 ÷ (-2) × 3 = 25

  • Kita kerjakan bagian pembagian dan pengurangan

Nah, disana ada pembagian dan perkalian berturut-turut.
Bagaimana mengerjakannya?
Siapa yang lebih dulu?

24 ÷ (-2) × 3
  • Untuk bentuk seperti ini, kita harus mengerjakan dari depan
  • 24 dibagi dengan -2 dulu
  • Hasilnya baru dikali 3
  • Jangan perkalian dulu baru pembagian, hasilnya salah

Ketika ada pembagian dan perkalian yang berurutan, harus dikerjakan dari depan ya!



Mencari m

m + 24 ÷ (-2) × 3 = 25

  • Bagi 24 dengan -2
  • Hasilnya -12

Sekarang soalnya menjadi :

m + (-12) × 3 = 25

  • Barulah kalikan -12 dengan 3
  • Hasilnya -36

m + (-36) = 25
  • Ada pertemuan tanda + dan -
  • Ketika + bertemu -, maka hasilnya - (minus)

m - 36 = 25

  • Untuk mendapatkan m, maka 25 harus ditambah dengan 36
  • Atau cara lain, pindahkan -36 ke ruas kanan, sehingga tandanya berubah menjadi +36

m = 25 + 36

m = 61


Jadi, nilai dari m adalah 61.



Soal :

2. Diketahui soal sebagai berikut : 12 + 24 × 2 ÷ 2m = 24.
Hitunglah nilai m!



Langkah-langkahnya mirip dengan soal pertama.

12 + 24 × 2 ÷ 2m = 24

  • Kerjakan perkalian atau pembagian dulu
  • Kerjakan dari depan jika ada perkalian dan pembagian
  • Kalikan 24 dengan 2 dulu, hasilnya 48

12 + 48 ÷ 2m = 24

  • 12 bisa dipindah ke ruas kanan dan tandanya berubah, sehingga menjadi -12

48 ÷ 2m = 24 - 12

48 ÷ 2m = 12

  • Kita cari 2m dulu
  • Untuk mendapatkan 2m, maka 48 harus dibagi dengan 12

2m = 48 ÷ 12

2m = 4

  • Kemudian, untuk mendapatkan m, 4 harus dibagi dengan 2
  • 2 adalah angka di depan m, inilah yang digunakan untuk membagi

m = 4 ÷ 2 

m = 2


Jadi, nilai m yang dicari adalah 2.


Baca juga ya :

Luas juring dengan sudut 40 derajat adalah 20 cm2. Luas juring yang sudutnya 60 derajat adalah...

Jika model soalnya seperti ini, kita tidak perlu mencari luas lingkaran. Dengan menggunakan metode perbandingan, luas dengan sudut yang lain bisa dihitung dengan cepat.


Kita coba soalnya biar lebih mengerti ya.

Soal :

1. Sebuah juring yang sudutnya 40° memiliki luas 20 cm².
Hitunglah luas juring yang sudutnya 60°! 

Mari lihat gambarnya!


Diketahui :
  • 40° →  20 cm²
  • 60° →  n cm²

Untuk yang 60° kita misalkan saja "n" karena nilainya belum diketahui.




Sekarang langsung saja gunakan perbandingan untuk mendapatkan luas 60°.
Lihat bentuknya seperti di bawah.



Kalikan silang.
  • 40 dikali dengan n
  • 60 dikali dengan 20



Untuk mendapatkan n, bagi 1200 dengan 40



Jadi...
Diperoleh luas juring yang sudutnya 60° adalah 30 cm².


Soal :

2. Sudut pusat sebuah juring yang luasnya 25 cm²  adalah 30°.
Carilah luas juring yang sudut pusatnya 90°! 


Diketahui :
  • 30° →  25 cm²
  • 90° →  n cm²




Langsung jadikan perbandingan.


Agar perhitungan lebih mudah, kita bisa menyederhanakan pecahannya, yaitu 30 per 90.
Keduanya sama-sama dibagi 30.
  • 30 ÷ 30 = 1
  • 90 ÷ 30 = 3

Hasilnya seperti di bawah.


Selanjutnya, kalikan silang
  • 1 dikali dengan n
  • 25 dikali dengan 3



Dan diperoleh luas juring yang sudutnya 90° adalah 75 cm².


Baca juga ya :

Rata-rata nilai 10 siswa laki-laki 85 dan rata-rata 5 siswa perempuan 91. Berapa rata-rata semua anak?

Untuk mendapatkan rata-rata gabungan dari siswa laki-laki dan perempuan, kita akan menggunakan rumus tertentu. Rumusnya sangat mudah dipahami kok. 


Mari lihat soalnya.


Soal :
1. Rata-rata nilai 10 siswa laki-laki adalah 85 dan rata-rata nilai 5 siswa perempuan adalah 91. Berapakah rata-rata semua siswa tersebut?


Ok...
Disini kita harus mencari jumlah nilai dari laki-laki dan perempuan dulu, setelah itu barulah mendapatkan rata-rata total.



Mencari jumlah masing-masing

Data yang diketahui :
  • Rata-rata laki-laki = 85
  • Banyak laki-laki = 10
  • Rata-rata perempuan = 91
  • Banyak perempuan = 5

Laki - laki = 85 → 10
Perempuan = 5 → 91

Untuk mencari jumlah, tinggal kalikan saja rata-rata dengan banyaknya.

Jumlah laki-laki = rata-rata laki-laki ×  banyak laki-laki
Jumlah laki-laki = 85 ×  10
Jumlah laki-laki = 850


Jumlah perempuan = rata-rata perempuan × banyak perempuan
Jumlah perempuan = 91 × 5
Jumlah perempuan = 455



Mencari rata-rata gabungan 

Sekarang tinggal gunakan rumus ini untuk mendapatkan rata-rata gabungan dari laki-laki dan perempuan.


Sekarang masukkan :
  • Jumlah laki-laki = 850
  • Banyak laki-laki = 10
  • Jumlah perempuan = 455
  • Banyak perempuan = 5



Langkah terakhir, tinggal membagi 1305 dan 15.
Hasilnya 87.

Sehingga, rata-rata semua anak atau rata-rata gabungannya adalah 87.


Baca juga ya :