Showing posts with label Campur. Show all posts
Showing posts with label Campur. Show all posts

Sebuah kamar tidur berukuran 3,2 meter dan 2½ meter. Hitunglah luas dan kelilingnya!

Menghitung luas dan keliling sebuah kamar masih menggunakan cara yang sama untuk menghitung luas dan keliling sebuah bangun datar.



Dilihat dari ukuran kamarnya, bentuknya adalah persegi panjang. Karena ukuran kedua sisi yang diketahui tidak sama.

Konsep soal

Panduan untuk mengerjakan soalnya, karena sisinya berbentuk bilangan desimal dan pecahan, adalah sebagai berikut:
  • Ubah kedua bentuk ukuran menjadi pecahan biasa.
  • Kalikan keduanya untuk mendapatkan luasnya. Sedangkan keliling mengikuti rumus yang diberikan di bawah.
Itulah langkah umumnya.

Atau kita bisa melakukan seperti ini:
  • Ubah keduanya menjadi bilangan desimal
  • Lalu kalikan dengan cara susun, seperti mengalikan dua bilangan puluhan, untuk mendapatkan luas.
Silahkan pilih, hasilnya sama.

Soal pertama


Soal:

1. Sebuah kamar berukuran 3,2 meter dan 2½ meter. Hitunglah luas dan keliling kamar tersebut!


Data pada soal:
  • Panjang kamar = 3,2 meter
  • Lebar kamar = 2½ meter


Mengubah kedua ukuran ke pecahan biasa


Ukuran kamarnya adalah:
  • 3,2 meter
  • 2½ meter
3,2 = ³²∕₁₀
2½ = ⁵∕₂

Inget lagi ya cara mengubah bentuk desimal dan pecahan campuran menjadi pecahan biasa.

Artikel yang membantu:


Mencari keliling


Sekarang kita cari kelilingnya dulu.

Keliling kamar sama dengan keliling persegi panjang.

Keliling kamar = 2×(p+l)
Keliling kamar = 2×(³²∕₁₀+⁵∕₂)
  • Panjang = ³²∕₁₀
  • Lebar = ⁵∕₂
Keliling kamar = 2×(³²∕₁₀+⁵∕₂×⁵∕₅)
  • Samakan penyebutnya, menjadi 10 semua.
  • Karena itu kita kalikan ⁵∕₂ dengan ⁵∕₅ agar penyebutnya menjadi 10.
Keliling kamar = 2×(³²∕₁₀+²⁵∕₁₀)
Keliling kamar = 2×(⁵⁷∕₁₀)
  • Kalikan 2 dengan 57 menjadi 114
  • Sedangkan 10 tetap karena tidak ada kawan untuk pengalinya.
Keliling kamar = ¹¹⁴∕₁₀ meter.

Bentuk di atas bisa diubah menjadi desimal, yaitu 11,4 meter.



Mencari luas


Kelilingnya sudah diperoleh dan sekarang kita hitung luasnya.

Luas = p × l
  • Panjang = ³²∕₁₀
  • Lebar = ⁵∕₂
Luas = ³²∕₁₀ × ⁵∕₂
  • Kalikan 32 dengan 5 menjadi 160
  • Kalikan 10 dengan 2 menjadi 20
Luas = ¹⁶⁰∕₂₀ m²
  • Kita bagi 160 dengan 20, hasilnya 8
Luas = 8 m².

Nah...
Kita sudah dapatkan apa yang dicari.
  • Keliling = 11,4 meter
  • Luas = 8 m²
Soal kedua


Soal:

2. Lahan kebun Pak Narjo berukuran 4,2 meter dan 8,5 meter. Berapakah luas dan keliling kebun Pak Narjo?


Cek data pada soal:
  • Panjang = 4,2 meter
  • Lebar = 8,5 meter


Mengubah kedua ukuran ke pecahan biasa


Ukuran kamarnya adalah:
  • 4,2 meter
  • 8,5 meter
4,2 = ⁴²∕₁₀
8,5 = ⁸⁵∕₁₀



Mencari keliling


Kelilingnya bisa dihitung sekarang menggunakan rumus keliling persegi panjang.

Keliling kamar = 2×(p+l)
Keliling kamar = 2×(⁴²∕₁₀+⁸⁵∕₁₀)
  • Panjang = ⁴²∕₁₀
  • Lebar = ⁸⁵∕₁₀
Keliling kamar = 2×(¹²⁷∕₁₀)
  • Kalikan 2 dengan 127 menjadi 254
  • Sedangkan 10 tetap karena tidak ada kawan untuk perkaliannya.
Keliling kamar = ²⁵⁴∕₁₀
  • 254 dibagi 10 menjadi 25,4.
Keliling kamar = 25,4 meter.



Mencari luas



Luas = p × l
  • Panjang = ⁴²∕₁₀
  • Lebar = ⁸⁵∕₁₀
Luas = ⁴²∕₁₀ × ⁸⁵∕₁₀
  • Kalikan 42 dengan 85 menjadi 3570
  • Kalikan 10 dengan 10 menjadi 100
Luas = ³⁵⁷⁰∕₁₀₀

Luas = 35,70 m²

Itulah cara mencari keliling dan luas sebuah kamar dan lahan.
Semoga membantu ya...

Baca juga ya:

Mencari dua kelipatan persekutuan pertama dari 4 dan 6.

Kelipatan persekutuan artinya kelipatan yang nilainya sama dari dua buah bilangan yang diberikan. Cara mencarinya mudah kok.


Apa ini mirip KPK (Kelipatan Persekutuan Terkecil)?
Iya mirip.

Hanya di sini kita harus mencari dua kelipatan yang sama.

Soal pertama

Kita langsung saja coba soalnya agar lebih paham. Nanti dijelaskan kok bagaimana cara mendapatkan jawabannya.


Soal:

1. Carilah dua kelipatan persekutuan pertama dari 4 dan 6!


Langkahnya seperti apa?
  • Buat kelipatan atau perkalian dari 4 dan 6
  • Cari dua bilangan yang hasilnya sama dari kelipatan 4 dan 6.


Mencari kelipatan dari 4 dan 6

Kelipatan 4 adalah perkalian dari 4.
Begitu juga dengan kelipatan dari 6.

Kelipatan 4 = 4, 8, 12, 16, 20, 24, 28, 32, 36, 40,....
Kelipatan 6 = 6, 12, 18, 24, 30, 36, 42, 48, 54, 60,....



Menentukan kelipatan persekutuan

Kelipatan persekutuan adalah hasil perkalian yang sama.
Coba lihat yang diwarna merah di atas.
  • 12 ada di kelipatan 4 dan 6
  • 24 ada di kelipatan 4 dan 6.
Nah...
12 dan 24 adalah dua kelipatan persekutuan dari 4 dan 6. Karena 12 dan 24 ada di perkalian 4 dan ada diperkalian 6.

Bagaimana, mudah sekali kan??

Jadi...
Jawaban soal pertama adalah 12 dan 24.

Soal kedua

Ok...
Coba lagi soal berikutnya.

Soal:

2. Tentukanlah tiga kelipatan pertama dari 3 dan 6!


Langkahnya masih sama dengan soal pertama.
Cari dulu perkalian dari 3 dan 6.


Mencari kelipatan dari 3 dan 6

Berikut adalah kelipatan masing-masing bilangan.

Kelipatan 3 = 3, 6, 9, 12, 15, 18, 21, 24, 27, 30,...
Kelipatan 6 = 612, 18, 24, 30, 36, 42, 48, 54, 60,....



Menentukan tiga kelipatan persekutuan pertama

Lihat kelipatan dari 3 dan 6 di atas.
Kita bisa lihat bahwa:
  • 6 ada di kelipatan 3 dan 6
  • 12 ada di kelipatan 3 dan 6
  • 18 ada di kelipatan 3 dan 6
Jadi...
6, 12 dan 18 adalah tiga kelipatan persekutuan pertama dari 3 dan 6.

Mudah kan?

Seperti itulah cara menentukan tiga kelipatan persekutuan pertama dari dua bilangan yang diberikan. Semoga membantu...


Baca juga ya:

Berat karung berisi beras 50 kg. Jika berat bersih beras 48 kg, berapa persen taranya?

Masih ingat dengan tara?
Tara adalah berat pembungkusnya. Setelah tahu berapa beratnya, barulah diubah menjadi persen.


Konsep soal

Rumus yang digunakan sebagai berikut.

Tara = berat kotor (bruto) - berat bersih (netto).
  • Berat kotor adalah berat beras dengan pembungkusnya
  • Berat bersih (netto) adalah berat isi yang di dalam pembungkus.
  • Tara adalah berat pembungkusnya.
Untuk menghitung persentase tara gunakan rumus ini:



Jadi, langkah-langkah mencari persen tara adalah:
  • Menentukan berat tara
    Caranya dengan mengurangkan berat kotor dengan berat bersih
  • Masukkan tara ke dalam rumus persen tara

Soal pertama

Ok...
Kita coba soal pertama.

Soal :

1. Sebuah karung berisi beras beratnya 50 kg. Jika berat bersih beras 48 kg, hitunglah berapa persen taranya!


Kita akan mengikuti panduan yang sudah diberikan di atas.
  • Menentukan berat tara
  • Mengubah berat tara menjadi persen


Menentukan berat tara

Data yang diketahui pada soal:
  • Berat karung berisi beras disebut berat kotor (bruto)
    Bruto = 50 kg
  • Berat beras disebut berat bersih (netto)
    Netto = 48 kg
Tara = bruto - netto

Tara = 50 kg - 48 kg

Tara = 2 kg.



Menentukan persentase tara

Sekarang datanya menjadi:
  • Tara = 2 kg
  • Bruto = 50 kg
Masukkan data ini ke dalam rumus persen tara untuk mencari persentasesnya.


  • Masukkan nilai tara dan bruto
  • Kalikan 2 dengan 100 menjadi 200
  • Sedangkan 50 tetap karena tidak ada teman untuk perkalian
Kemudian:
  • Bagi 200 dengan 50
  • Hasilnya adalah 4%

Jadi...
Telah diperoleh kalau persentase taranya adalah 4%.

Bagaimana, mudah dimengerti kan??

Soal kedua

Ayo lanjutkan lagi ke soal berikutnya agar semakin paham cara mencari persentase tara.

Soal :

2. Berat beras dalam karung adalah 39 kg. Jika berat beras dan pembungkusnya 40 kg, berapa persen taranya?


Data pada soal:
  • Berat beras adalah netto
    Netto = 39 kg
  • Berat beras dan pembungkusnya adalah bruto
    Bruto = 40 kg


Mencari berat tara

Sekarang tentukan dulu berapa berat taranya.

Tara = bruto - netto
  • bruto = 40 kg
  • netto = 39 kg
Tara = 40 - 39

Tara = 1 kg



Menentukan persentase tara

Dan kita bisa menghitung persentase tara menggunakan data ini:
  • tara = 1 kg
  • bruto = 40 kg
Masukkan ke dalam rumus persentase tara.


  • Masukkan nilai tara dan bruto
  • 1 dikalikan dengan 100 menjadi 100
  • Sedangkan 40 tetap karena tidak ada kawan
Kemudian:
  • Bagi 100 dengan 40
  • Hasilnya adalah 2,5%
Nah...
Kita peroleh taranya adalah 2,5%.

Jadi seperti itulah cara mencari persen tara suatu benda. Pahami langkah-langkahnya agar paham dan tidak bingung ya!
Selamat belajar...


Baca juga ya:

Harga dua lusin pulpen Rp36.000,00. Berapa harga setengah kodi?

Dari soal kan diketahui harga dua lusin. 
Nah, dari sinilah kita mulai perhitungan. Menggunakan data ini, harga per biji diketahui dan akhirnya menemukan jawaban yang dicari.


Konsep soal

Cara pengerjaan soal ini sebagai berikut :
  • Mencari harga satu pulpen menggunakan data "dua lusin pulpen harganya Rp36.000,00
  • Setelah itu menghitung banyak setengah kodi dikalikan harga per biji pulpen
Konversi satuan yang membantu perhitungan adalah:
  • 1 lusin = 12 buah
  • 1 kodi = 20 buah
Dari data di atas, kita bisa dengan mudah mencari jawaban yang ditanyakan.

Bagaimana, sudah siap menyambut soalnya?
Ok...
Silahkan baca di bawah.

Soal pertama

Setelah tahu konsep soalnya, sekarang dilanjutkan dengan melakukan perhitungan.

Soal :

1. Harga dua lusin pulpen adalah Rp36.000,00. Berapakah harga setengah kodinya?


Cari harga per pulpen lebih dulu menggunakan data :
  • Dua lusin pulpen harganya Rp36.000,00


Harga per biji pulpen

Dua lusin = 2 × 12
Dua lusin = 24 buah.

24 buah pulpen ini harganya Rp36.000,00

Jadi...
Untuk mendapatkan harga satu buah pulpen adalah dengan membagi 36.000 dengan 24.

Harga satu pulpen = 36.000 ÷ 24
Harga satu pulpen = 1.500.

Di sini kita sudah peroleh bahwa harga satu pulpen adalah Rp1.500,00.



Mencari jumlah setengah kodi

Dari konsep di atas, kita tahu bahwa:
  • 1 kodi = 20 buah
Sekarang cari berapa setengah kodi.

Setengah kodi = ½ × satu kodi
Setengah kodi = ½ × 20
  • ½ × 20 artinya sama dengan membagi 20 dengan 2
  • 20 dibagi 2 = 10
Setengah kodi = 10



Mencari harga setengah kodi

Sekarang datanya adalah:
  • Harga satu pulpen = Rp1.500,00
  • Setengah kodi = 10 buah
Maka, menghitung harga setengah kodi caranya mengalikan harga satu pulpen dengan 10 buah.

Harga setengah kodi = harga satu pulpen × setengah kodi
Harga setengah kodi = Rp1.500,00 × 10
Harga setengah kodi = Rp15.000,00

Nah...
Itulah harga setengah kodi pulpen, yaitu Rp15.000,00

Soal kedua

Ayo lanjutkan dengan soal berikutnya agar lebih paham dengan satuan lusin dan kodi.

Soal :

2. Harga satu kodi penghapus adalah Rp50.000,00. Hitunglah harga dua lusin penghapus!


Cara pengerjaan soalnya sama dengan soal pertama, hanya saja perhitungan dimulai dari kodi kemudian menjadi lusin.

Data pada soal:
  • Harga satu kodi penghapus Rp50.000,00


Harga per biji penghapus

Diketahui:
  • Harga satu kodi Rp50.000,00
  • Satu kodi = 20 buah
Agar mendapatkan harga satu penghapus, maka bagi harga satu kodi dengan 20.

Harga satu penghapus = 50.000 ÷ 20
Harga satu penghapus = 2.500.

Sampai di sini diperoleh harga satu penghapus adalah Rp2.500,00



Mencari harga dua lusin penghapus

Data yang sudah diperoleh adalah:
  • Harga satu penghapus = Rp2.500,00
  • Dua lusin = 2×12 buah = 24 buah.
Ingat!
Satu lusin = 12 buah

Harga dua lusin penghapus = harga satu penghapus × dua lusin
Harga dua lusin penghapus = Rp2.500,00 × 24
Harga dua lusin penghapus = Rp60.000,00

Nah...
Itulah harga dua lusin penghapus, yaitu Rp60.000,00


Baca juga ya :

Banyak Kelas Tiga ada 30 orang. Jika 10% siswa tidak masuk, berapa orang yang masuk?

Siswa yang tidak masuk diketahui dalam bentuk persen. Kita harus menggunakannya untuk mendapatkan berapa orang tidak masuk dari tiga puluh yang ada. Sehingga bisa diperoleh jawaban berapa orang yang masuk sekolah.


Konsep soal

Terus, bagaimana cara mencari banyak siswa yang tidak masuk?
Caranya mudah.
Tinggal kalikan saja persentase siswa tidak masuk dengan jumlah seluruh siswa.

Siswa tidak masuk = persentase siswa tidak masuk × banyak seluruh siswa

Nah...
Rumusnya sangat sederhana dan mudah dikerjakan.

Cuma kita harus ingat cara mengalikan dengan persen saja.
Nanti akan dijelaskan lebih lanjut pada pembahasan soalnya.

Soal pertama

Ok...
Kita coba soal pertama.


Soal :

1. Siswa kelas tiga ada 30 orang dan jika 10% tidak masuk, berapa orang yang masuk sekolah?


Data pada soal adalah :
  • Jumlah siswa 30 orang
  • Siswa tidak masuk 10%
Langkah pengerjaan soal adalah :
  • Mencari jumlah siswa tidak masuk menggunakan data 10%
  • Mencari siswa masuk dengan cara mengurangkan jumlah seluruh siswa dengan siswa yang tidak masuk


Mencari banyak siswa tidak masuk


Banyak siswa yang tidak masuk dicari dengan mengalikan persentase dari jumlah seluruh siswa.

Banyak siswa tidak masuk = persentase siswa tidak masuk × jumlah seluruh siswa



  • 10% diubah menjadi pecahan, ¹⁰∕₁₀₀
  • Kalikan 10 dengan 30 menjadi 300
  • Sedangkan 100 di penyebut tetap karena tidak ada kawan untuk perkalian



Sudah diperoleh banyak siswa tidak masuk ada 3 orang.



Mencari banyak siswa yang masuk


Dari hasil perhitungan di atas sudah diperoleh kalau banyak siswa yang tidak masuk ada 3 orang.
Untuk mencari banyak siswa yang masuk langkahnya mudah.

Banyak siswa masuk = jumlah seluruh siswa - banyak siswa tidak masuk
  • Jumlah seluruh siswa = 30 orang
  • Banyak siswa tidak masuk = 3 orang

Banyak siswa masuk = 30 - 3
Banyak siswa masuk = 27 orang.

Bagaimana, mudah bukan?
Seperti itulah cara mendapatkan banyak siswa yang masuk ketika diketahui persentase siswa yang tidak masuk.

Alternatif cara soal pertama

Masih menggunakan soal pertama.
Datanya adalah :
  • Persentase siswa tidak masuk = 10%
  • Banyak siswa = 30 orang
Untuk cara alternatif, cari dulu persentase siswa yang masuk.




Persentase siswa masuk = Total persentase - persentase siswa tidak masuk
  • Total persentase selalu 100%
  • Persentase siswa tidak masuk = 10% (diketahui pada soal)
Persentase siswa masuk = 100% - 10%
Persentase siswa masuk = 90%



Selanjutnya, bisa dicari banyak siswa yang masuk.

Banyak siswa masuk = persentase siswa masuk × jumlah seluruh siswa




Nah...
Langsung diperoleh banyak siswa yang masuk adalah 27 orang.
Hasilnya sama dengan cara pertama di atas.

Soal kedua

Ok...
Kita lanjutkan dengan soal berikutnya. Masih menggunakan prinsip yang sama dengan soal sebelumnya.


Soal :

2. Ibu mempunyai 40 telur. 5% telurnya pecah, berapa telur yang tidak pecah?


Catat dulu data pada soal :
  • Jumlah telur = 40 butir
  • Telur pecah = 5%
Langkah mengerjakan soalnya :
  • Mencari banyak telur yang pecah yaitu mengalikan persentase telur pecah dengan jumlah seluruh telur
  • Mencari banyak telur tidak pecah, yaitu mengurangkan jumlah telur seluruhnya dengan telur yang pecah


Mencari banyak telur yang pecah


Banyak telur pecah dicari yaitu mengalikan persentase telur pecah dengan jumlah seluruh telur.

Banyak telur pecah = persentase telur pecah × jumlah seluruh telur


  • Kalikan 5 dengan 40 menjadi 200
  • Sedangkan 100 di bagian bawah (penyebut) tetap karena tidak ada kawan pengali
Hasilnya telur pecah ada 2 butir.



Mencari banyak telur tidak pecah


Data sekarang menjadi :
  • Jumlah seluruh telur = 40 butir
  • Telur pecah = 2
Mendapatkan telur tidak pecah sangat mudah.
Tinggal kurangkan jumlah seluruh telur dengan telur pecahnya.
Itu saja.

Banyak telur tidak pecah = jumlah seluruh telur - telur pecah

Banyak telur tidak pecah = 40 - 2

Banyak telur tidak pecah = 38 butir.


Alternatif cara soal kedua

Cara alternatif soal kedua yaitu mencari persentase telur yang tidak pecah.

Data :
  • Persentase telur pecah = 5%
  • Persentase telur total = 100%
    Untuk persentase telur seluruhnya atau total selalu berjumlah 100%
Persentase telur tidak pecah = persentase telur total - persentase telur pecah
Persentase telur tidak pecah = 100% - 5%
Persentase telur tidak pecah = 95%



Sekarang kita cari banyak telur tidak pecah.

Banyak telur tidak pecah = persentase telur tidak pecah × jumlah telur seluruhnya
  • Persentase telur tidak pecah = 95%
  • Jumlah telur seluruhnya = 40 butir


Hasilnya sama kan?

Ok...
Sekian dulu dari saya, selamat belajar dan semoga membantu ya...


Baca juga ya :

Katanya Viral, Yuk Coba Kerjakan Soal Ini : 9 - 3÷⅓ + 1 = ...

Ini adalah soal hitung campur. Beberapa orang mendapatkan jawaban berbeda karena pemahaman cara mengerjakannya.


Soal ini bisa dikerjakan dengan mudah menggunakan aturan yang sudah ada. Bagian mana yang harus dikerjakan lebih dulu dan bagian mana selanjutnya.

Aturan yang harus dipenuhi adalah :
  1. Bagian di dalam kurung dikerjakan paling awal
  2. Kedua, kerjakan bentuk pangkat
  3. Ketiga, lakukan perkalian dan pembagian
  4. Terakhir kerjakan penjumlahan dan pengurangan
Itulah tahapan-tahapan agar bisa mengerjakan soal ini.

Soal

Mari kita kerjakan soalnya.


Soal :

1. Hitunglah hasil dari 9 - 3÷⅓ + 1 = ...


Ayo kerjakan soalnya menggunakan aturan yang sudah ditulis di atas.

Tulis lagi soalnya.

= 9 - 3÷⅓ + 1

  • Pada soal tidak ada tanda kurung, jadi lanjut ke langkah kedua
  • Langkah kedua adalah mengerjakan perkalian dan pembagian lebih dulu
  • Karena di soal hanya ada pembagian (perkalian tidak ada), kerjakan yang pembagian dulu
  • Hitung 3÷⅓
= 9 - 3׳∕₁ + 1
  • Ketika 3÷⅓, maka tanda bagi diubah menjadi perkalian
  • Dan pecahan di belakang tanda bagi, ⅓ dibalik menjadi ³∕₁
  • 3׳∕₁ = ⁹∕₁
  • ⁹∕₁ = 9
= 9 - 9 + 1

= 0 + 1

= 1

Jadi...
Jawaban dari soal di atas adalah 1.

Jangan sampai salah hitung ya!!
Pahami aturannya dan pasti kita mendapatkan jawaban yang benar.

Soal kedua

Kita coba soal yang kedua, masih mirip dengan yang pertama, tetapi diubah sedikit agar paham dengan aturannya.


Soal :

1. Hitunglah hasil dari 9 - 3×2 + 1 ÷ ⅓ = ...


Tulis lagi soalnya

9 - 3×2 + 1 ÷ ⅓
  • Aturan pertama, mengerjakan yang di dalam kurung
  • Karena tidak ada tanda kurung pada soal, kita langsung ke aturan kedua
  • Di soal ada perkalian dan pembagian, jadi kita kerjakan ini dulu
Selanjutnya :
  • Kerjakan 3×2 = 6
  • Kerjakan 1 ÷ ⅓
9 - 6 + 1 ׳∕₁
  • Untuk pembagian, ingat tanda bagi diubah menjadi perkalian
  • Pecahan di belakang tanda bagi, ⅓, dibalik menjadi ³∕₁
  • 1 × ³∕₁ = ³∕₁
  • ³∕₁ = 3
= 9 - 6 + 3
  • Sekarang soal hanya terdiri dari pengurangan dan penjumlahan
  • Kerjakan yang mana dulu?
    Dikerjakan dari depan ya!!
  • Berarti dikurangkan dulu
  • 9-6 = 3
= 3 + 3
  • Karena hanya ada penjumlahan, tambahkan saja 3 dengan 3
= 6.

Inilah jawaban yang benarnya.
Bagaimana, mudah sekali bukan?

Jangan sampai bingung lagi ya!!
Pahami aturan yang berlaku dan jawaban anda pasti benar.


Baca juga ya :

Luas tanah Pak Adi 300 m². Seperempat untuk padi, sepertiga untuk jagung, dan sisanya untuk sayur. Berapa luas masing-masing tanaman?

Untuk mencari luas tanah yang diketahui bagian per bagian, caranya sangat mudah. Kita tinggal kalikan dengan luas tanah total.



Konsep soal

Untuk soal tipe ini, ada beberapa langkah yang diperlukan untuk menghitung luas tanah masing-masing tanaman.

Langkahnya sebagai berikut :
  • Mencari besar bagian dari sayuran
  • Hitung luas tanah masing-masing untuk padi, jagung dan sayuran.
Nah...
Itulah gambaran besar soalnya.

Sekarang kita coba kerjakan agar lebih paham ya!

Contoh soal 1

Baik...
Lihat lagi soalnya.


Soal :

1. Luas tanah Pak Adi adalah 300 m². Seperempat untuk padi, sepertiga untuk jagung dan sisanya ditanami sayuran. Berapakah luas tanah masing-masing untuk setiap tanaman?


Kita hitung bagian untuk sayur.


Bagian untuk sayur

Dalam soal diketahui :
  • Padi = ¼
  • Jagung = ⅓
  • Sisanya sayuran
Jika diketahui bagian, maka totalnya selalu 1.

Total bagian tanah = bagian padi + bagian jagung + bagian sayur


  • Samakan penyebutnya menjadi 12
Dan diperoleh bagian dari sayur adalah ⁵∕₁₂



Luas tanah padi

Sekarang kita mulai mencari luas tanah untuk masing-masing tanaman.
  • Bagian padi = ¼
  • Luas tanah total = 300 m²
Luas tanah padi = bagian padi × luas tanah total

Luas tanah padi = ¼ × 300

Luas tanah padi = 75 m²



Luas tanah jagung

Lihat datanya :
  • Bagian jagung = ⅓
  • Luas tanah total = 300 m²
Luas tanah jagung = bagian jagung × luas tanah total

Luas tanah jagung = ⅓ × 300

Luas tanah jagung = 100 m²



Luas tanah sayur

Dari hasil perhitungan sudah diperoleh :
  • Bagian sayur = ⁵∕₁₂
  • Luas tanah total = 300 m²
Luas tanah sayur = bagian sayur × luas tanah total

Luas tanah sayur = ⁵∕₁₂ × 300

Luas tanah sayur = 125 m²

Nah...
Sudah diperoleh luas masing-masing tanaman.

Padi = 75 m²
Jagung = 100 m²
Sayur = 125 m²

Bagiamana, sudah dimengerti ya?
Jika belum, coba ulangi lagi membaca dari awal.

Alternatif mencari luas tanah sayur

Kita akan menggunakan perhitungan yang sebelumnya, yaitu hasil dari luas tanah padi dan jagung.
  • Luas padi = 75 m²
  • Luas jagung = 100 m²
Di sini kita tidak perlu mencari bagian dari sayur. Menggunakan dua hasil perhitungan di atas, luas tanah untuk sayur langsung ditemukan.

Sekarang datanya menjadi :
  • Luas tanah total = 300 m²
  • Luas padi = 75 m²
  • Luas jagung = 100 m²
Perhatikan rumus ini.

Luas tanah total = luas padi + luas jagung + luas sayur

300 = 75 + 100 + sayur

300 = 175 + sayur

sayur = 300 - 175

sayur = 125 m².

Nah....
Hasil yang diperoleh sama bukan??

Contoh soal 2


Soal :

2. Dari tanah seluas 500 m², Pak Suri membuat kolam seperlima bagian, kebun setengah bagian, sepersepuluh bagian untuk kandang sapi dan sisanya untuk tanaman sayur. Berapa luas masing-masing bagian?


Langsung saja hitung satu per satu dari bagian yang ada.

Data dari soal :
  • Luas tanah 500 m²
  • Kolam = ¹∕₅
  • Kebun = ½
  • Kandang = ¹∕₁₀


Bagian kolam

Bagian kolam adalah ¹∕₅.

Untuk mendapatkan luasnya, kalikan saja bagian kolam dengan luas tanah yang ada.

Kolam = ¹∕₅ × 500 m²
Kolam = 100 m²



Bagian kebun

Bagian kebun adalah ½ dari luas tanah.

Luas kebun = ½ × 500
Luas kebun = 250 m²



Bagian kandang

Kandang dibuat dari ¹∕₁₀ bagian tanah.

Kandang = ¹∕₁₀ × 500
Kandang = 50 m²


Bagian sayur

Untuk perhitungan sayurnya, kita gunakan data yang sudah diperoleh dari hasil perhitungan di atas.
Tanah Pak Suri dipakai :
  • Kolam = 100 m²
  • Kebun = 250 m²
  • Kandang = 50 m²
  • Sisanya sayur.
Diketahui juga luas tanah total 500 m².
Jadi, kita bisa menghitung bagian sayur dengan luas tanah total.

Luas tanah total = kolam + kebun + kandang + sayur

500 = 100 + 250 + 50 + sayur

500 = 400 + sayur

Sayur = 500 - 400

Sayur = 100 m²

Jadi, luas tanah untuk sayur adalah 100 m².

Sekarang kita sudah mendapatkan luas dari masing-masing bagian.
Kolam = 100 m²
Kebun = 250 m²
Kandang = 50 m²
Sayur = 100 m²

Nah...
Itulah cara mendapatkan luas dari masing-masing bagian jika diketahui luas tanah dan pecahan masing-masing bagian.


Baca juga ya :