Showing posts with label Fisika. Show all posts
Showing posts with label Fisika. Show all posts

Ayo Menggambar Resultan Dua Vektor Dengan Cara Jajar Genjang

Saat masuk pelajaran fisika tentang vektor, kita dikenalkan dengan beberapa cara. Pertama menjumlahkan dengan cara segitiga dan cara jajar genjang.


Sesuai dengan namanya, kita akan menggunakan bangun datar jajar genjang untuk menemukan resultan yang diminta.

Contoh soal

Tidak usah berlama-lama, langsung saja coba soalnya agar paham cara kerja penjumlahan vektor ini.

Soal :

1. Diketahui dua vektor dengan arah seperti di bawah. Gambarlah resultannya!



Pada soal kita memiliki dua vektor.
  • Vektor OA
  • Vektor OB


Menggambar titik pusat


Langkah pertama kita tentukan atau gambar titik pusat vektor. Dalam hal ini, titik pusatnya adalah O.
Lihat gambar di bawah.


Titik pusat vektornya berwarna biru.
Diberi nama titik O.



Menggambar kedua vektor dari titik pusat


Titik pusat ini digunakan untuk menggambar vektor yang ada. Titik pusatnya harus sama, yaitu berasal dengan titik O.


Langkahnya :
  • Dari titik O, tarik vektor OA yang arahnya sesuai dengan soal
  • Selanjutnya, masih dari titik O, tarik vektor OB yang arahnya juga sesuai dengan soal
Di sini kita sudah mendapatkan dua sisi jajar genjangnya.



Melengkapi jajar genjang


Dari dua sisi tersebut, kita lengkapi bentuknya agar menjadi jajar genjang.
Caranya bagaimana?


Langkahnya seperti ini :
  • Buat garis sejajar OA dari titik B.
    Sehingga BC sejajar dan sama panjang dengan OA
  • Terus, buat garis sejajar OB dari titik A
    Sehingga AC sejajar OB.
Sampai di sini kita sudah mendapatkan bentuk jajar genjang OACB.



Menentukan garis resultan


Setelah mendapatkan gambar jajar genjangnya, sekarang kita bisa menentukan resultannya dengan sangat mudah.


Menentukan resultan caranya :
  • Menarik garis dari titik pusat O ke titik C.
  • OC adalah  resultannya.
Sehingga...
Resultan vektor OA dan OB adalah OC.

Bagaimana, sudah paham dengan cara jajar genjang ini??
Silahkan baca lagi dari awal agar lebih paham.

Contoh kedua

Kita coba lagi contoh soal berikutnya.

Soal :

2.  Ada dua buah vektor OP dan OQ seperti gambar di bawah. Gambarlah resultan kedua vektor tersebut dengan cara jajar genjang!




Diketahui dua vektor :
  • Vektor OP
  • Vektor OQ


Menggambar titik pusat dan kedua vektornya 


Tentukan dulu titik pusat dari vektornya, yaitu titik O (berwarna biru).


Langkahnya :
  • Gambar vektor OP dengan titik pusat O dan arahnya sesuai dengan arah pada soal
  • Gambar vektor OQ berpusat di O dan arahnya juga sesuai dengan soal
Di tahap ini bentuk awal jajar genjang sudah terbentuk. Kedua garis ini menjadi dasar untuk membuat jajar genjang utuh.


Melengkapi jajar genjang


Dari gambar di atas, kita lengkapi bangun jajar genjangnya.


Langkahnya :
  • Buat garis sejajar OP dari titik Q
    Diperoleh garis QR
  • Buat garis sejajar OQ dari titik P
    Diperoleh garis PR
Nah, jajar genjang sudah lengkap sekarang, yaitu OPRQ.



Menggambar Resultan


Langkah terakhir adalah menggambar resultan kedua vektor tersebut.


Mendapatkan resultan tinggal menghubungkan titik pusat (O) dengan titik terakhir, yaitu R.
  • Resultan kedua vektor tersebut adalah OR.
Ok...
Seperti itulah cara menggambar resultan dua vektor menggunakan metode jajar genjang. 
Semoga membantu dan selamat belajar ya...

Jarak Dari A ke B Ditempuh Dalam Waktu 3 Jam Dengan Kecepatan 40 km/jam. Berapa Waktu yang Diperlukan Jika Kecepatannya 60 km/jam?

Ada dua kondisi dalam soal seperti ini, nanti akan dijelaskan secara lebih rinci sehingga anda bisa memahaminya dan mampu mencari solusi atas pertanyaannya.



Ok, mari kita lihat lagi soalnya supaya lebih jelas..



Soal 

①. Jarak dari A ke B bisa ditempuh dalam waktu 3 jam dengan kecepatan 40 km/jam. Jika kecepatan yang digunakan sekarang 60 km/jam, berapakah waktu yang diperlukan untuk pergi dari A ke B?



Seperti yang sudah saya bilang pada awal tulisan ini bahwa ada beberapa kondisi dalam soal ini, yaitu ada dua.

Kondisi pertama :

  • kecepatan (v) yang digunakan adalah 40 km/jam
  • waktu yang diperlukan adalah 3 jam.
Ini bisa kita tulis bahwa :
  • kecepatan pertama kita sebut dengan v₁
  • dan waktu yang diperlukan pada kondisi pertama adalah t₁
Sehingga :
  • v₁ = 40 km/jam
  • t₁ = 3 jam

Sekarang kita masuk ke kondisi ke dua :
  • kecepatan yang digunakan adalah 60 km/jam, dan kita sebut dengan v₂
  • waktu yang diperlukan belum diketahui, kita sebut dengan t₂

Sudah jelas kan?

Trus bagaimana cara mencari waktu yang ditanyakan pada soal? 
Waktu yang ditanyakan pada soal adalah waktu yang diperlukan jika kecepatannya 60 km/jam. Berarti yang dicari adalah t₂.

Sebelum bisa mencari t₂, kita harus tahu dulu apa persamaan dari kondisi pertama dan kedua. 


Kondisi pertama dan kedua memiliki persamaan yaitu jarak tempuhnya sama. Jarak dari A ke B sama.


Berarti kita harus mencari jarak dari A ke B dulu dengan menggunakan data yang ada pada kondisi pertama.

Jarak (s) = v × t
Kita gunakan data yang ada pada kondisi pertama,

  • v₁ = 40 km/jam
  • t₁ = 3 jam
s = v₁ × t₁

s = 40 km/jam × 3 jam

s = 120 km.

Ok, jaraknya sudah ditemukan. Sekarang jarak ini dimasukkan ke kondisi kedua untuk menemukan waktunya..

s = v₂ × t₂

120 km = 60 km/jam × t₂
  • Untuk mendapatkan  t₂, maka 120 harus dibagi dengan 60.
t₂ =  120 : 60
t₂ = 2 jam.

Ok, selesai..
Untuk menempuh jarak dari A ke B dengan kecepatan 60 km/jam, maka diperlukan waktu 2 jam..






Soal 

②. Jarak dari A ke B bisa ditempuh dalam waktu 2 jam dengan kecepatan 75 km/jam. Jika kecepatan yang digunakan sekarang 50 km/jam, berapakah waktu yang diperlukan untuk pergi dari A ke B?



Soalnya mirip dengan yang pertama, kita harus mencari dulu jarak dari A ke B sehingga bisa mencari waktu pada kondisi kedua.

Kondisi pertama :

  • kecepatan (v) yang digunakan adalah 75 km/jam
  • waktu yang diperlukan adalah 2 jam.
Sehingga :



  • v₁ = 75 km/jam
  • t₁ = 2 jam
Kondisi kedua :
  • kecepatan yang digunakan adalah 50 km/jam, dan kita sebut dengan v₂
  • waktu yang diperlukan belum diketahui, kita sebut dengan t₂
Sebelum bisa mencari t₂, kita harus tahu dulu apa persamaan dari kondisi pertama dan kedua. 


Kondisi pertama dan kedua memiliki persamaan yaitu jarak tempuhnya sama. Jarak dari A ke B sama.


Kita cari jarak dari A ke B dengan menggunakan kondisi pertama..

Jarak (s) = v × t
Kita gunakan data yang ada pada kondisi pertama,

  • v₁ = 75 km/jam
  • t₁ = 2 jam
s = v₁ × t₁

s = 75 km/jam × 2 jam

s = 150 km.

Ok, jaraknya sudah ditemukan. Sekarang jarak ini dimasukkan ke kondisi kedua untuk menemukan waktunya..

s = v₂ × t₂

150 km = 50 km/jam × t₂
  • Untuk mendapatkan  t₂, maka 150 harus dibagi dengan 50.
t₂ =  150 : 50



t₂ = 3 jam.

Ok, selesai...